Tidak banyak wanita yang mampu bertahan di pucuk pimpinan, di tengah persaingan dan politik kepentingan yang begitu banyak. Bahkan, dengan kinerja dan kompetensi yang sudah terlihat jelas pun, selalu ada 'haters' yang menjegal langkah para pemimpin wanita ini. Hal ini juga mengguncang Ibu Tri Rismaharini, walikota Surabaya. Gaya kepemimpinan yang tegas, lurus, dan langsung terjun ke masyarakat, sepertinya belum cukup membuktikan bahwa ia layak terus berada di posisi tersebut. Di balik prestasinya menjadi kandidat walikota terbaik dunia, tidak sedikit pula yang mengecam beragam kebijakannya yang kurang populer. Pada wawancara di salah satu televisi swasta, publik mulai melihat keinginan ibu Risma untuk menyerah dan mundur dari jabatannya.
Menurut Anda, pergolakan ini terjadi karena kinerja ibu Risma yang kurang memuaskan atau adanya kepentingan politik? Dan setujukah jika sosok wanita pemimpin seperti ibu Risma memilih mundur?
Share pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini, ya!


