Sebetulnya, kartu-kartu keanggotaan mal dan toko-toko retail yang biasanya didapatkan dari berbelanja dengan jumlah minimum tertentu, ada keuntungannya atau hanya membuat orang boros saja?
Menurut Perencana Keuangan Independen, Ligwina Hananto banyak sekali orang merasakan manfaat kartu keanggotaan di mal dan toko retail. Tentu saja artinya orang tersebut perlu sangat pintar menyimpan berbagai macam kartu. Untuk orang yang serba ceroboh dan tidak biasa mengurus printilan, kartu keanggotaan seperti ini tidak akan terasa manfaatnya.
Ligwina menyatakan, tidak melihat ada keburukan dari kepemilikan banyak kartu keanggotaan, tetapi juga tidak melihat manfaat yang sangat besar. Apalagi fakta di lapangan, banyak pemburu diskon adalah orang-orang yang memang kesulitan keuangan. Saat seseorang mencapai kemampuan finansial tertentu, ia lebih selektif memilih prioritas antara waktu yang terbuang mengantre dan dengan diskon besar. Kalau memang mampu membeli, ya, beli saja. Kalau tidak ada uangnya, ya, jangan belanja.(f)




