Career
Kepuasan Kerja vs Uang

25 Aug 2015

Berdasarkan pengalamannya menjadi konsultan karier, Bernadette Themas, konsultan karier dari Kelly Services Indonesia, melihat bahwa gaji, bonus, atau fasilitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan bukanlah faktor utama yang membuat pekerja  yang  dibajak merasa kecewa. Mayoritas biasanya menjadi lebih kecewa ketika merasa tidak bahagia dan tidak puas dengan pekerjaan mereka. “Perasaan bahagia dan kepuasan dalam bekerja akan tercapai jika semua individu, terutama pemimpin dalam perusahaan, terbuka dan menerima keberadaannya,” katanya. Perasaan tidak bahagia ini yang kemudian dapat memengaruhi menurunnya performa kerja seseorang.  

Bernadette mengatakan, banyak perusahaan yang secara manajemen dan kebijakan tidak siap menerima individu baru yang profesional. Apalagi bila perusahaan tersebut berada dalam masa transisi untuk menjadi perusahaan yang profesional. “Otoritas pemimpin atau owner yang selama ini begitu besar tentu akan berkurang bila ada individu profesional baru. Mereka akhirnya melampiaskannya dengan mengabaikan perjanjian yang telah disepakati bersama,” ujarnya.

Seorang pekerja yang dibajak tentu memiliki keahlian dan kompetensi yang lebih dari pekerja lain. Maka, jangan takut bila harus keluar dari sebuah perusahaan sebab akan ada perusahaan lain yang siap menerima. “Biasanya, butuh waktu 3 bulan bagi seorang pekerja untuk menilai tingkat kenyamanannya bekerja. Apabila dalam 3 bulan itu merasa tidak nyaman, maka  segeralah mengundurkan diri, dan cari perusahaan lain,” katanya.

Namun, sebelum mengajukan pengunduran diri, ada beberapa hal yang menurut Bernadette perlu dilakukan pekerja. “Mintalah atasan Anda untuk mengevaluasi hasil kerja Anda. Di kesempatan ini, Anda juga bisa menyampaikan unek-unek secara diplomatis. Mintalah bantuan atau pendampingan dari head hunter apabila pekerjaan ini Anda dapatkan melalui perantara konsultan,” tuturnya.

Menurutnya, meskipun Anda kecewa, tindakan mengundurkan diri secara terhormat dan baik-baik tetap perlu dilakukan agar tidak menimbulkan masalah baru. Selain itu, Anda juga perlu menjaga reputasi dan nama baik Anda di mata perusahaan maupun di mata teman Anda. (f) 




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?