Health & Diet
Kenali Pertanda Depresi

11 Sep 2012

Ada banyak hal yang bisa memicu depresi dalam perkawinan. Mulai dari masalah anak, uang, sampai campur tangan keluarga besar. Roslina Verauli, M.Psi., psikolog keluarga dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, mengajak kita melihat tanda-tandanya agar bisa membantu diri dan pasangan terhindar dari depresi.

1. Perhatikan kemampuan pasangan hidup Anda
Khususnya yang terkait fungsi dirinya sebagai suami/istri. Jika Anda melihat adanya kemerosotan fungsi yang konsisten, bisa jadi ia sedang mengalami stres atau berada di ambang depresi. 
2. Letupan-letupan emosi. 
Bentuknya bermacam-macam. Menutup diri, sedih yang berkepanjangan, marah-marah yang tak jelas ujung pangkalnya, dan sebagainya.  
3. Perubahan pola yang seharusnya sudah rutin. Misalnya, pola makan dan pola tidur. Jika biasanya makan sedikit, menjadi makan jauh lebih banyak. Jika sebelumnya tidur cukup, tiba-tiba selalu tidur lebih sedikit atau justru berlebihan.
4. Keinginan untuk meninggalkan dunia. 
Kerangka berpikir yang negatif dan rasa putus asa bisa membuat seseorang yang depresi mempunyai keinginan untuk mengakhiri hidupnya lebih cepat.
5. Keluhan rasa nyeri. 
Terutama di bagian kepala, punggung, persendian, dan perut.  Keluhan fisik adalah pertanda stres dan depresi, namun sayangnya kerap diabaikan. 

Untuk menghindari stres dan depresi dalam perkawinan, perlu dipelihara komunikasi. Manfaatkan pertemuan tatap muka untuk melepaskan impitan dalam pikiran. Lepaskan beban dengan saling berdialog. Jadikan suami/istri Anda sebagai  orang yang paling Anda percayai. Apa pun masalah yang sedang Anda hadapi, jangan menutup diri dari suami/istri. Usahakan selalu terbuka kepadanya. 

Selain itu, jalinlah persahabatan. Akan mudah bagi Anda, wanita, untuk berbagi beban dengan teman wanita. Karena, dari sisi emosional, mereka memiliki kesamaan dengan Anda. Sesibuk-sibuknya Anda, sediakan waktu untuk melakukan kontemplasi, evaluasi, dan dialog dengan diri sendiri untuk hidup lebih baik. Anda bisa melakukan di mana saja, bahkan saat bekerja.

Yang paling penting, jagalah kehidupan spiritual Anda. Orang yang lebih matang dan makmur secara emosional, biasanya memiliki hubungan yang dekat dengan pencipta-Nya. (f)





 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?