Health & Diet
Kenali Gangguan Tidur

3 Jun 2015

Penelitian terbaru membuktikan bahwa gaya hidup sehat melibatkan tiga faktor, yaitu kesehatan fisik, keseimbangan nutrisi, dan kesehatan tidur. Menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT (Registered Polysomnographic Technologist), dokter sleep medicine dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, yang dimaksud tidur sehat adalah tidur yang durasi waktunya cukup (antara 7 hingga 9 jam), teratur, serta tidak ada gangguan penyakit tidur. Mendengkur? Itu bukan jaminan bahwa Anda tidur nyenyak. Sebaliknya, bisa jadi itu tanda gangguan tidur.

Selama ini orang beranggapan bahwa mendengkur sama dengan tidur nyenyak. Padahal, dalam ilmu kesehatan tidur, ini adalah anggapan yang salah tentang tidur sehat. "Mendengkur bukan hal yang wajar, malah merupakan salah satu ciri gangguan tidur yang perlu diperhatikan. Ketika seseorang tidur mendengkur, berarti ada suatu gangguan di jalur napasnya," ungkap dr. Andreas.
   
Selain dengkuran, menurut dr. Andreas, hal lain yang juga perlu Anda curigai adalah jika Anda kerap merasakan kantuk yang berlebihan, meski sudah tidur dalam durasi cukup lama. Rasa kantuk ini merupakan sinyal tubuh yang menunjukkan bahwa tubuh tak mendapatkan cukup tidur. Jika kedua ciri tadi Anda rasakan, bisa jadi Anda mengalami gangguan sleep apnea.

Gawatnya, menurut British Snoring & Apnoea Association, pada sleep apnea sering kali tidak disadari oleh wanita karena   wanita lebih mengkhawatirkan gejala yang lain, seperti gangguan mood, berkurangnya konsentrasi, mudah lupa, sakit kepala terutama di pagi hari, kelelahan, dan mudah emosi. Wanita juga jarang pergi ke dokter untuk mengobati dengkur, karena malu.

Bahayanya mendengkur diungkapkan lebih jauh dalam jurnal penelitian kedokteran THT, yang mengatakan bahwa mendengkur lebih berbahaya untuk kesehatan jantung dibandingkan obesitas. Terutama jika dengkuran yang timbul merupakan gejala dari sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang berupa berhenti bernapas saat tidur.

Ketika mendengkur, ada episode bangun dari tidur yang berlangsung singkat, namun bisa berkali-kali, dan hal ini kerap tidak disadari. Proses tidur yang terpotong-potong dan berlangsung sepanjang malam ini menyebabkan meningkatnya sistem saraf simpatis, yang berfungsi mengatur kelenjar keringat dan merangsang sekresi glukosa di hati. Sistem yang diaktifkan tubuh saat dalam kondisi stres ini mempercepat detak jantung dan menyebabkan kontraksi pembuluh darah.

Akibatnya, terjadi gangguan metabolisme yang membuat tekanan darah, denyut jantung, dan kadar gula darah meningkat. Tak mengherankan jika pendengkur yang menderita sleep apnea terancam mengalami penyakit degeneratif, seperti hipertensi, gangguan jantung, diabetes, dan stroke.

Selain itu, mendengkur juga berakibat pada kesehatan perkawinan. Karena, mendengkur tak hanya mengganggu tidur pasangan, lebih jauh lagi adalah menurunnya gairah seksual penderitanya. Tentu saja, jika berkepanjangan, hal ini bisa memengaruhi keharmonisan rumah tangga. (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?