Food Review
Kehangatan Sebuah Izakaya

19 Jul 2011

Ke mana perginya para pria urban Jepang setelah seharian di kantor? Ke sebuah izakaya, tepatnya. Izakaya merujuk pada kedai yang menjual aneka minuman, terutama sake, dan beberapa makanan pendukung, istilah Barat-nya adalah sake bar. Karenanya, koleksi minumannya sangat variatif. Siap ditenggak, untuk menghabiskan  malam  di tengah-tengah obrolan seru bersama kolega. Pokoknya, sangat memenuhi kebiasaan orang Jepang untuk minum-minum.

Ingin menghabiskan malam dengan gaya Jepang? Gran Melia Jakarta, membuka sebuah izakaya bernama Yoshi Izakaya. Ini tampaknya langkah awal dalam rangka renovasi besar-besaran hotel berbintang lima tersebut di tahun ini.

Jangan  dulu membayangkan sebuah izakaya yang sempit layaknya di Tokyo. Yoshi Izakaya berkelas eksklusif, berkapasitas 150 tamu, dengan sake-sake yang tersaji di meja granit kreasi desainer interior/arsitek premium Warner Wong dari Wow Design Architect, Singapura. Siap-siap melangkah ke sebuah izakaya berpenerangan temaram, berpadu interior bambu, rotan, dan metal. Desainnya sungguh terdepan!

Di balik dinding dapur, chef Tomoaki Ito sibuk memastikan hanya salmon terbaik tersaji di tengah koleksi sashimi di tengah resto. Pria Jepang ini juga memamerkan aneka seafood segar di meja display beralaskan es, yang terbentang sepanjang 19 meter meja bar (mereka menyebutnya grill and sashimi bar terpanjang di Indonesia!).

Chef berumur 38 tahun ini juga penentu deretan sake yang pantas terpampang di sake bar. Jangan bandingkan koleksi sake-nya dengan resto Jepang lain yang menjual sake seadanya. Yoshi Izakaya memiliki 30 jenis sake dan sochu. Beberapa yang premium adalah Jyozen Mizunogotoshi Ginjyo, Ozeki Jyosen Karatanba Tokubetsu Honjyozo, Ozeki Jyosen Kinkan Karakuchi, Kikusui no Karakuchi Honjyozo .

Resapi dan pelajari aroma memikat mirip tapai beras di balik seteguk sake. Produksi beras yang berlebih di Jepang membuat warganya kreatif memfermentasi beras sejak tahun 700 setelah Masehi, dan mengubahnya sebagai minuman penghangat badan. Jadi, buang konotasi negatif menenggak sake, karena ini adalah sebuah minuman budaya.

Begitu  juga sochu. Minuman ini terbuat dari hasil distilasi umbi-umbian dan beras (berbeda dari sake, yang melalui proses fermentasi). Kadar alkoholnya  lebih tinggi dibanding sake. Jenis minuman unik lain adalah
Imo Shochu (Japanese Vodka Made from Sweet Potato), Mugi Shochu (Japanese Vodka Made from Wheat), Kajitsushu (Fruits Liqueur).

    Selepas duduk di sake bar, Anda bisa beralih ke ruangan yang lebih besar untuk menikmati makan malam. Nikmati kreasi chef Ito berupa tempura, sukiyaki, shabu-shabu, hingga aneka teriyaki. Bagi penyuka satai Jepang alias robatayaki, ia bahkan meracik 25 jenis untuk Anda! Bersiaplah menyelami malam dengan gaya Jepang di sini!
    
Lokasi: Gran Melia Hotel, lt.2, Jl H.R. Rasuna Said Kav. X-0, Kuningan, Jakarta. Telp: (021) 5268080. Jam buka: 11.30 – 14.30 WIB (lunch), 18.00 – 22.30 WIB (dinner). Harga*: Rp170.000 – Rp300.000 (belum termasuk pajak pemerintah sebesar 11% + service sebesar 10%). Suasana: Resto dan lounge eksklusif.

Trifitri S. Nuragustina
Foto: Dok, Gran Melia Hotel.




    
    



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?