Memasuki Orleans Bistro, seolah Anda memasuki sebuah ruang keluarga yang nyaman dan hangat, sesuai dengan kata bistro yang berarti ‘restoran kecil’ dalam bahasa Prancis. “Harapan saya, tamu merasakan suasana makan yang nyaman dan tidak canggung. Pelayanan ramah diharapkan membawa kehangatan mirip ambience makan di rumah,” jelas Lisa Kalalo, sang penggagas. Konsep tata ruang restoran memang meminjam kaidah bistro, namun menunya yang semula berupa sajian Kota New Orleans (kota di bagian selatan Amerika Serikat) perlahan merambah ke Asia. Apa lagi kalau bukan permintaan orang Indonesia yang khas menginginkan menu nasi di mana pun berada.
Pesmol Dori menjadi menu yang banyak difavoritkan tamu untuk menemani nyamannya bersantai di Orleans Bistro. Ikan dori diracik gaya pesmol, racikan yang memiliki teknik dan tampilan mirip pepes. Lumuran bumbu bawang, jahe, kunyit, kemiri, dan lengkuas menyerap dengan sedapnya. Daun jeruk ditambahkan untuk aroma. Kreasi pesmol dari ikan non-lokal ini menghasilkan tekstur lembut dan tidak beraroma anyir.
Ada juga Sup Buntut Balado. Warna merah cabainya menyelimuti buntut, menandakan cita rasa pedas yang menyengat. Tekstur daging buntutnya empuk, jadi lupakan pisau steak untuk sajian yang satu ini. Seruput kaldu sapinya yang ringan, untuk menetralisasi rasa buntut yang ‘berat’.
Terakhir, basahi tenggorokan dengan segelas teh tarik berisi cincau hitam dengan aroma jeruk. Hmm, boleh juga paduannya. (BLI)
Lokasi: Jl. Wolter Monginsidi No.12E, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp: (021) 72790555. Harga*): Makanan: Rp15.000 – Rp195.000, Minuman: Rp28.000 – Rp120.000 (belum termasuk pajak dan pelayanan 15,5%). Jam buka: 11.00 – 23.00 WIB. Suasana: Nyaman dan hangat seperti di dalam sebuah rumah.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
Berlianti Savitri.
Foto: MI, Dok. Orleans Bistro.


