Kecelakaan fatal mengubah hidup Jason Derulo
Jason Derulo memberikan respon mengejutkan atas peristiwa mendekati kematian yang dialaminya. Bintang pop internasional ini mengatakan bahwa cedera leher serius yang dideritanya justru membuatnya merasa diberkati.
Penyanyi berusia 22 tahun ini, mengalami kecelakaan saat melakukan aksi akrobatik dalam konsernya di Florida. Dimana Ia jatuh dan mendarat di kepalanya yang mengakibatkan lehernya patah.
Kekasih Jordin Sparks juara American Idol musim keenam ini, telah resmi cuti dari dunia musik sejak kecelakaan 3 Januari lalu, dan harus mengenakan 'asesoris' penyangga leher untuk beberapa bulan kedepan.
Namun pelatun lagu "it girl" ini berusaha melihat segalanya dari sisi positif, "saya merasa diberkati", ujarnya kepada Sunday Telegraph.
"Saya bisa saja tak lagi ada di dunia ini, nyaris saja saya kehilangan nyawa. Ada beberapa akibat fatal yang saya hadapi setelah kecelakaan tersebut: saya bisa saja lumpuh seumur hidup, saya bisa saja mati atau bila beruntung saya bisa bertahan dan mengenakan penyangga leher untuk enam bulan kedepan."ujarnya.
"Saya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup, maka saya benar-benar merasa diberkati walau harus menggunakan penyangga leher selama berbulan-bulan.", jelas penyanyi yang berhasil menjual albumnya sebanyak 13 juta kopi diseluruh dunia.
"Mimpi saya menjadi kenyataan, tetapi saya tidak benar-benar menghargai dan menikmati kesuksesan saya.", kata penyanyi berkulit hitam ini.
Kecelakaan tersebut menurutnya, memaksa Derulo untuk menghargai hidup dan keberhasilannya di industri musik lebih dari sebelumnya.
"Kejadian yang saya alami sangat membantu saya untuk melihat segalanya dari sudut pandang dan perspektif yang baru, kini saya lebih menikmati hidup dan lebih menghargai hidup dengan maksimal.", ujarnya.
Woro Hartari Trianti


