Sex & Relationship
Kata Survei: Orang Asia 'Dingin'?

10 Sep 2015

Survei global terkini yang dilakukan Durex tentang sexual wellbeing di 26 negara mengungkap bahwa dari 10 negara dengan tingkat kepuasan seksual tinggi, India menjadi satu-satunya ‘wakil’ Asia dengan indeks kepuasan 61%. Jepang ada di urutan terbawah, dengan nilai kepuasan hanya 15%. Sementara indeks kepuasan seks tertinggi dipegang oleh Nigeria (67%).

Ketika 51% wanita di Afrika Selatan akrab dengan sensasi orgasme, hanya 8% saja wanita di Hong Kong yang bisa mengecapnya. Bahkan, empat urutan terbawah pencapaian orgasme ini juga dihuni oleh negara-negara di Asia, yaitu Singapura, Jepang, Cina, dan Hong Kong. Beberapa survei lainnya juga mengungkap keprihatinan yang sama. Perusahaan riset global TNS di bulan Maret 2015 mengungkap, hanya 10 dari 800 wanita di Singapura yang puas dengan kehidupan seksualnya.

Untuk urusan frekuensi, ketika pasangan di Brasil bercinta 145 kali dalam setahun (Sexual Wellbeing Durex), atau nyaris tiga kali dalam seminggu, maka satu dari tiga warga Singapura mengaku bercinta kurang dari sekali dalam sebulan (Society of Men’sHealth Singapore, 2015).

Namun, di antara semua itu, Jepang memang berada di posisi paling mengkhawatirkan. Survei yang dilakukan Japan Family Planning Association tahun 2013 mengungkap fakta bahwa 45% wanita Jepang usia 16 - 24 mengaku tidak tertarik atau menghindari kontak seksual, dan lebih dari seperempat pria Jepang merasakan hal yang sama!

Semua survei di atas seolah makin memperlebar kesenjangan performa kehidupan seks di antara warga di benua Asia dengan benua lain, seperti di Eropa dan Amerika. Apa yang menjadi penyebabnya? Menurut Prof. Wimpie, urusan kepuasan   seksual ini tidak hanya bicara soal frekuensi dan orgasme. Ada banyak faktor lain yang saling berkelindan dan ikut menentukan. Misalnya, kualitas hidup sehari-hari, kesehatan fisik, psikis, dan kesejahteraan finansial.

Di Jepang misalnya, rendahnya keinginan untuk intim secara seksual dengan pasangan ternyata sangat terkait dengan gaya hidup. Dalam studi berjudul  Why Couples Are Getting Sexless: Interview Research of Sexual Consciousness and Sexual Behaviour of Japanese, peneliti dari Universitas Meiji, Jepang, Alice Pacher, mengungkap tiga alasan utama di balik kehidupan seksual warga Jepang yang kering. Pertama adalah stres di tempat kerja, kedua,  rendahnya dorongan untuk melakukan hubungan intim, dan ketiga adalah hilangnya selera seks usai melahirkan.

“Bisa dimengerti jika di negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika, fungsi seksual warganya lebih bagus. Karena, mereka rata-rata menaruh perhatian yang besar pada gaya hidup sehat,” ungkap Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAdn, FAACS. Sementara, di  Indonesia, sejak kecil anak-anak telah terpapar   bahan-bahan yang secara teoretis mengganggu fungsi seksual. Salah satunya, menurutnya, adalah susu formula yang tercemar hormon estrogen.

Ia menjelaskan, apabila dikonsumsi oleh anak laki-laki, maka susu formula yang tercemar hormon estrogen ini hampir pasti akan membuat anak tersebut nantinya mengalami gangguan fungsi seksual karena hormon ini menghambat perkembangan organ kelamin. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan disfungsi ereksi.
“Sementara, pada anak perempuan, akan mengalami percepatan kematangan, tapi tidak normal,” jelasnya.

Di negara maju, masalah-masalah kesehatan juga sudah mendapat penanganan yang lebih baik, sehingga kualitas hidup mereka  juga menjadi lebih baik. Ketika wanita yang mendekati usia menopause banyak mengalami gangguan, di negara maju ini sudah bukan masalah besar lagi, karena sudah ada terapinya sehingga fungsi seksual mereka bisa dipertahankan dan kehidupan seksual pun menjadi lebih baik.

“Sementara, di banyak negara Asia, wanita memandang menopause sebagai proses alami yang hanya bisa diterima,” ujar Prof. Wimpie, menyayangkan masih rendahnya edukasi dan prasarana terapi untuk menopause maupun gangguan disfungsi seksual yang tersedia, terutama di Indonesia. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?