Trending Topic
Karya Abadi Sibylle Bergemann

25 Feb 2013


Hasil karya fotografi memukau, Sibylle Bergemann di Bentara Budaya Jakarta akan memuaskan indera Anda mulai 23 Februari – 5 Maret mendatang. Pameran yang dipresentasikan oleh IFA (Institut fur Auslandsbeziehungen- Institut untuk Relasi Kebudayaan Asing) ini mengangkat 11 tema karya Sibylle sejak awal kariernya pada akhir tahun 60-an hingga akhir hayatnya.

Dalam tema Berlin, dominasi warna kelabu yang menentramkan dalam balutan keremangan kota membawa Anda kembali ke suasana Berlin pascaperang Jerman Timur yang berkepanjangan tahun 1970-1989.

Kekaburan gambar dan warna melebur indah melalui tehnik Polaroid yang digunakannya saat memotret para pemain teater tuna grahita dan tuna daksa, keindahan landscape, maupun sudut-sudut  ruang, inilah salah satu kekuatan karyanya.

Sibylle menuangkan visi fantasi yang tidak biasa dalam karya yang berjudul ‘Traumfabrik’ atau pabrik mimpi. Ia berhasil mentransformasi sebuah pabrik menjadi dunia mimpi yang begitu kreatif, dimana seluruh tokoh rekaannya, berkepala hewan dan berkostum kerajaan.

Fotografer legendaris yang merupakan anggota institusi seni di Berlin, Akademie der Künste ini, juga merekam perjalanannya mengitari wilayah Senegal, Mali, Ghana dan Yaman tahun 2001, dalam karya ‘Afrika-Arabia’.

Sibylle memang dikenal memiliki kecekatan dan kecepatan yang luar biasa sehingga dapat menangkap warna-warna alam, mahluk hidup secara natural ataupun momen dramatik lainnya. Salah satu karyanya yang diakui dimata dunia adalah saat ia menangkap momen seekor aniing putih berada ditengah-tengah padang pasir Yaman yang berwarna cokelat, perbedaan komposisi warna inilah yang dirasa begitu memikat.

Sama juga halnya, saat ia membidik seekor kambing bertutul hitam putih yang sedang berdiri didepan rumah Afrika bercat merah muda dengan kusen jendela dan pintu berwarna biru yang menghasilkan kombinasi warna unik.

Karya mengagumkan fotografer kelahiran Berlin ini memang telah menjadi patokan untuk seni fotografi sosial dan budaya sejak masa Republik Demokrasi Jerman (RDJ) tahun 70-an silam. Dari warisan sejarah, catatan pergerakkan masyarakat, aspirasi artistik, kearifan pemikiran sosial hingga pengaruh propaganda media mampu ia abadikan dalam sebuah kesederhaan yang sarat akan keterlibatan emosional secara kasat mata.

Unik, artistik, indah, penuh kejutan, surealistik bagai puisi yang romantis.

Mau lihat karya Apik Sibylle Bergemann, klik disini


Woro Hartari Trianti




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?