Merkuri atau disebut juga raksa, air raksa, tergolong dalam ketegori logam berat. “Keberadaannya tidak diperlukan oleh tubuh, sehingga keberadaannya di dalam tubuh bisa menimbulkan gangguan,” ujar Drs. Bambang Wispriyono, Apt., Ph.D, spesialis toksikologi lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Badan Kesehatan Dunia, WHO, bahkan menyebut merkuri sebagai salah satu zat kimia yang menimbulkan gangguan kesehatan paling parah dalam masyarakat. Merkuri secara terang-terangan juga menjadi salah satu bahan penyusun berbagai jenis kosmetik. Sifatnya sebagai pengawet dan memantulkan cahaya dapat membuat kulit terlihat lebih terang. Industri cat juga kerap memanfaatkan merkuri untuk mendapat efek mengilap dari produknya. Demikian juga industri batu baterai dan lampu neon yang memakai merkuri sebagai penghantar listrik. Bahkan, di pusat kesehatan, seperti rumah sakit atau praktik dokter, merkuri ditemukan pada termometer dan bahan penambal gigi (berwarna perak).
Agar aman dari merkuri:
- Pisahkan limbah baterai. Idealnya, limbah baterai, yang termasuk golongan B3, dibuang secara khusus. Saat baterai bekas pakai menggembung dan bocor, itu artinya paparan dari bahan kimia di dalamnya sudah mulai terjadi. Limbah baterai mengandung logam berat, seperti merkuri, timah, nikel, kadmium, lithium, perak, seng, dan mangan yang mengancam kesehatan masyarakat. (Info tentang tempat-tempat yang menampung pembuangan baterai).
- Pilih baterai lithium yang tidak mengandung merkuri ketimbang baterai zinc air, alkaline, dan silver oxide.
- Merkuri juga ada pada lampu. Jika Anda masih memakai lampu neon, ganti dengan lampu LED yang jauh lebih ramah lingkungan karena hemat energi dan bebas merkuri.
- Pilih produk kosmetik yang aman. Cermati komposisi yang tercantum pada label atau kemasan produk. Amati izin produksinya, sensasi efek serta perubahan yang terjadi saat penggunaan kosmetik itu. Produk kosmetik yang mengandung merkuri biasanya akan memberikan sensasi rasa panas, perih, gatal dan membuat kulit memerah saat dioleskan. Hasilnya instan namun mencurigakan, seperti kulit menjadi pucat cenderung keabu-abuan, merupakan beberapa indikasi kerusakan akibat merkuri. (f)


