Anda yang cenderung skeptis, pasti tak gampang percaya dengan janji-janji berbagai pelatihan dan buku-buku pengembangan diri. Tapi kenyataannya, banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk membuat diri dan jiwa mereka berkembang.Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Dr. Silverius Y. Soeharso S.E., M.M., Psi (Sonny), berpendapat, orang rame-rame mendatangi motivator ini tak bisa dilepaskan dari tuntutan zaman. Kehidupan metropolitan yang modern dan individual, menurut Sonny, telah menyebabkan terjadinya dehumanisasi, yaitu proses reduksi manusia menjadi ‘robot’ yang berjalan untuk menjalani fungsi-fungsi sosial tertentu (misalnya, sebagai ibu, anak, kekasih, atau pegawai). Akibatnya, orang banyak yang kehilangan arah hidup dan sulit mendengar suara hatinya sendiri.
Banyak jalan menuju Roma, banyak pula jalan menuju kebahagiaan (material dan spiritual). Karena itu, setiap motivator menawarkan produk dengan perspektif dan cara berbeda untuk mereka yang menginginkan hidup ideal. Motivator muda, Bong Chandra (23), misalnya, beranggapan, zaman sekarang makin banyak orang yang hidupnya stuck.
Rani B. Kalianda (48), pendiri Image Management, dengan program pelatihan The Soul of Speaking. Rani melihat, banyak potensi orang tidak tergali karena kurangnya kemampuan komunikasi.
Soul dipilih sebagai kata kunci karena, menurut Rani, tanpa soul, seorang pembicara tidak akan dapat memikat atau memberi manfaat bagi pendengarnya. Karena itu, seseorang perlu mengenal jiwanya. Caranya, tanyakan pada diri sendiri, siapa Anda dan apa yang ingin Anda berikan kepada orang lain. (f)


