Money
Investasi bagi Si Konservatif

27 Oct 2015


Orang yang konservatif tetapi memiliki saham bukan kombinasi yang sering ditemui. Jadi, perlu juga kita cek terlebih dahulu, apa sebetulnya alasan Anda memutuskan untuk berinvestasi saham.

Jika memiliki tujuan finansial yang jelas dan kemampuan investasi terbatas, Anda bisa menggunakan reksa dana. Lewat reksa dana, kita tidak langsung berinvestasi, tetapi menggunakan jasa manajer investasi untuk mengelola dana. Uang kita pun disimpan dan dicatat oleh bank kustodian (lembaga keuangan yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan). Selebihnya, instrumen yang digunakan bisa bervariasi, seperti pasar uang, obligasi, saham, maupun campuran.

Biasanya, investasi dilakukan dengan proporsi 10%-30% dari penghasilan per bulan. Mengenai risiko, tentu saja tetap ada. Jika Anda merasa sebagai orang yang konservatif, bisa jadi Anda lebih cocok dengan tabungan dan deposito saja. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah uang di produk perbankan tidak tumbuh cepat dan cenderung kalah oleh inflasi. Karena itu, jika memutuskan untuk menyimpan dana di tabungan dan deposito, sebaiknya dalam jumlah besar dan proporsi lebih dari 50% penghasilan per bulan. Semoga bermanfaat! (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?