Food Trend
Ini Dia Yang Populer!

7 Jan 2014

Hanya tahu  chili crab, char kwey teow, dan chicken rice? Ini berarti Anda perlu pengayaan diri mengenai hawker food lain yang juga enak di Singapura. Di bawah ini beberapa contoh hawker food. “Damn shiok leh!” begitu orang lokal mengekspresikan kegemarannya.
  • Carrot Cake
Ini bukan sajian manis, walau bernama ‘cake’. Sajian bernama lain chai tow kueh ini diracik dari potongan daikon, rebung, fish sauce, dan adonan tepung beras. Setelah dimasak seperti dadar, dicocol ke .... Ada juga versi yang berkecap, sehingga warnanya lebih gelap.

Rekomendasi: Fu Ming Carrot Cake- Redhill Food Centre

  • Oyster Omelette
Bagi mereka yang kurang suka aroma dan rasa oyster, sajian Teochew ini bisa sama sekali tak disukai.  Bagi penggemar beratnya, justru ini yang dicari-cari. Apalagi lewat pemasakan singkat  oyster setelah dadar nyaris matang. Sempurna bila bagian luarnya crispy --karena dibuat dalam versi orh luak (orh jian), yakni dari tepung beras dan maizena-- serta digoreng dengan  minyak babi yang pas. Ada juga versi orh nerng, yaitu versi nontepung, yang mengedepankan kelembutan telur. Ini juga enak!

Rekomendasi: Ah Chuan Oyster Omelette - Toa Payoh Food Centre

  • Fish Head Curry
Biasa disebut juga assam fish head, berupa kuah kari yang kental (pengaruh India-Kerala) berpadu kepala ikan yang begitu disukai orang Cina Singapura. Sluurrp, pipi ikannya bagian tersedap!

Ada dua versi, yakni kepala ikan dimatangkan dalam kuah dan menghasilkan rasa yang merasuk (gaya India), dan yang kepalanya dimatangkan terpisah lantas dimasukkan ke dalam kuahnya (gaya Cina). Karu’s Banana Leaf, populer di area Little India, Singapura, menyertainya dengan nasi biryani yang terhidang di atas daun pisang. Sangat ‘India’ dan versi yang disuka femina! Kekurangannya minor, yakni tak bercampur okra sebagaimana umumnya.

Rekomendasi: Lau Hock Guan Kee Bak Kut Teh328, Joo Chiat Road, #01-02

  • Mee Siam
Ditemui dalam banyak versi, antara lain gaya Melayu-peranakan, Cina, dan India. Masih diperdebatkan apakah aslinya justru dari Thailand (Siam adalah nama lama- Red.). Yang pasti, bihun kuah santannya yang kental bercita rasa pedas-kecut (dari asam jawa) dan berbumbu taoco/tau cheo. Aroma ebinya kuat, ditemani telur rebus, tahu, dan udang (dan terkadang kerang). Ada juga versi gorengnya.

Rekomendasi: Grandma’s Mee Siam - Tekka Centre

  • Katong Laksa
Daripada membahas banyak versinya, mari pahami saja dulu versi yang kesohor dari Jalan Katong, Singapura, ini. Mi lebarnya yang berwarna putih disiram kuah santan sarat rempah, pedas, bercampur cockle (kerang darah). Cockle ditemani fish cake, taoge, udang, dan terkadang daging ayam. Aromatik berkat daun kesum dan terasi. Ditemui pula versi nonsantan yang menggunakan evaporated milk.

Rekomendasi: Sungei Road Laksa- Jin Shui Kopitiam

  • Roti Prata
Sajian wajib warisan India Selatan. Adonan sarat minyak ghee ini crispy di luar, empuk/fluffy di dalam. Sedap kala dicocol ke kari kambing. Kari dhal dan kari sayuran (kuruma) juga enak.
     
Kini berkembang cara santap modern yang diiringi meses atau keju, seperti di The Cheese Prata Shop di wilayah Clementi, Singapura. Nama aslinya konon parotta sebelum berkembang lafal modern prata.

Rekomendasi: Riyadh Muslim Food - Soon Soon Lai Eating Hse

  • Roti John
Kreasi orang Melayu-Singapura untuk memenuhi selera Barat yang kala itu selalu minta jajanan omelette dan roti. Encik Shukor disebut-sebut memulainya di Taman Serasi, wilayah mewah penuh koloni Inggris, atau para ‘John’, begitu orang lokal menyebutnya.
     
Dipilih french bread mini yang diisi dadar yang dimasak bersama daging sapi. Cara membuatnya unik. Dadar dituang ke meja grill datar yang sangat besar, dan saat setengah matang ditaruh tangkupan french bread. Penyertanya, saus gaya barbecue dan mayones.

Rekomendasi: Masmerah Food Stall- Ayer Rajah Food Centre
  • Rojak
Warisan orang India-Takala. Umumnya berisi coconut fritter, tahu goreng, kentang, sotong, fish cake, vadai (gorengan kacang lentil), udang, dan mentimun.  Berbagai rasa yang dipungkaskan dengan sambal rujak. Dalam bumbu kacangnya, selain wajib bercampur  asam jawa dan terasi (heir gor), ada juga yang menambahkan nanas. Di kedai Rojaking! di Food Hub-Chai Chee bahkan diberi irisan kecombrang. Yang perlu Anda tanyakan adalah apakah penjual menggoreng kacang tanahnya sendiri atau beli jadi. Fanatis hidangan ini menyebut jenis pertama sebagai yang terbaik, demi meraih minyak gurih dari gerusan kacang tanahnya yang segar!

Rekomendasi: Abdhus Salam Rojak- Ayer Rajah Food Centre

  • Bak Chor Mee
Comfort food yang kurang populer di telinga orang Indonesia ini adalah mi telur isi daging babi dan jamur kancing. Hati ayam bisa ditambahkan atas pesanan pembeli. Penggemar senang mencermati rasa minyak babi dan cuka yang menyelimuti helaian mi-nya. Makin ‘greget’, jika diiringi sambal yang diulek bersama ebi dan kemiri.

Rekomendasi: Seng Kee Mushroom Minced Pork Noodles, 316 Changi Rd

  • Sambal Stingray
Tidak ada duri-duri halus pada ikan pari bakar ini. Anda cukup menyuwir dagingnya yang lembut di antara ruas tulangnya yang besar. Menggugah berkat olesan sambal belacan yang kecut-manis (dan justru cenderung tak pedas di lidah femina) di sekujur daging lebar --yang sebenarnya sayap pari-- yang terbentang itu. Harum karena dibakar dalam bungkusan daun pisang. Kucuri jeruk nipis sebelum ‘perang’ makan dimulai!

Rekomendasi: Boon Tat Street BBQ Seafood- Makansutra Gluttons Bay

  • Kaya Toast
Dulunya, orang Cina-Hainan mengembangkan menu brunch ini untuk koloni Inggris, mengganti selai buah (jam) dengan selai srikaya yang lebih dulu lahir di kalangan Melayu. Yang jempolan, kedai Keng Wah Sung di area Geylang, Singapura, menjual selai homemade-nya juga. Iringi kelegitannya dengan teh tarik panas yang juga manis. Dengan kopi hitam  juga berjodoh!
   
Rekomendasi: Ya Kun Kaya Toast- Far East Suare (kedai asli sejak 1944)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?