Bangun tidur pagi, sejumlah agenda sudah menari-nari di kepala. Mulai dari menentukan menu sarapan dan bekal untuk si kecil dan suami, memerinci tugas harian asisten rumah tangga, rapat dengan klien, menyelesaikan pekerjaan kantor tepat waktu, pulang ke rumah untuk membantu si kecil mengerjakan PR, dan diakhiri dengan membaca buku favorit dan pillow talk dengan suami. Sebagai seorang wanita aktif, sederet agenda padat ini sudah jadi makanan sehari-hari dan biasanya selalu sukses dilalui tanpa kendala berarti.
Memang, terkadang kita menempatkan diri sebagai Super Woman yang bisa menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan pada kita, seorang diri. Namun sayangnya, gara-gara ‘ambisi’ pribadi tersebut, kita mengabaikan kesehatan fisik dan mental, sehingga akhirnya jatuh sakit dan burn out. Kalau sudah begini, bukan hanya kita tidak bisa beraktivitas secara maksimal, ketidakstabilan emosi karena terlalu lelah, bisa memberikan efek tak menyenangkan bagi pasangan dan anak. Rugi, kan?
Sudah saatnya kita tidak ‘rakus’ memegang semua tanggung jawab sendiri. Ajak pasangan berbagi tugas dalam rumah tangga, delegasikan tugas-tugas kantor kepada anak buah atau rekan kerja, dan yang terpenting: sediakan waktu untuk me time alias memanjakan diri.
Ketika suami bisa menyempatkan diri untuk mengutak-atik mobil dan si kecil bisa asyik bermain, sudah seharusnya kita juga boleh memanjakan diri di salon atau berolahraga tanpa diganggu. Pada akhirnya, dengan kondisi fisik, pikiran dan jiwa yang sehat, kita akan lebih mudah beraktivitas dengan gembira. Yang terbaik dari ini semua: orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga, akan merasakan aura positif yang keluar dari diri kita!


