Trending Topic
Geng Jalan-jalan

11 Jun 2012


Melakukan perjalanan budaya ke tempat terpencil, menjelajah pulau-pulau indah di Indonesia, maupun backpacking ke luar negeri? Yup, inilah sekilas kegiatan seru yang bisa Anda ikuti bersama komunitas traveling berikut ini:


BACKPACKSERU
(Twitter: @backpackseru; www.backpackseru.com

Berawal dari kesenangan mengajak teman-teman liburan lewat mailing list, Ardy (30), kemudian mendirikan Backpackseru pada tahun 2008. “Kami memilih mengajak orang ke tempat terpencil yang budayanya masih terjaga, seperti sebuah kampung tradisional di NTT atau desa suku tradisional di Kupang, Nias. Jadi, kami tidak hanya melihat keindahan alam, namun juga belajar budaya setempat,” jelas Ardy.

Ia bahkan tidak ragu untuk turun langsung saat melakukan survei trip yang ditawarkan di Backpackseru. Semua itu berhubungan dengan keselamatan selama perjalanan. Karena menurutnya, kondisi jalan dan jarak tempuh, berpengaruh pada banyak hal, termasuk perhitungan berapa jumlah maksimal orang yang bisa ikut.

Dalam sebuah trip, pesertanya beraneka macam. Ada yang suka petualangan, ada yang baru mencoba, dan ada pula yang ‘anak mami’. Tapi, semuanya harus bisa menikmati liburannya. “Itulah tantangan yang kami hadapi. Karena itu, ciri khas trip Backpackseru adalah tidak mewah, namun tidak menyusahkan,” kata Ardy.





Caldera
(Twitter: @calderaino; www.calerajourney.com)

Caldera Journey menawarkan paket perjalanan semi backpacking ke luar negeri. Menurut Arry WS, Program Director Caldera, trip Caldera berbeda karena memungkinkan setiap pesertanya memilih sendiri hal apa yang hendak dilakukan. “Walaupun tetap ada tour leader dalam setiap rombongan, peserta bisa memilih. Misalnya, saat berada di sebuah tempat wisata, seperti candi, peserta bisa memilih masuk atau hanya sekadar jalan-jalan di sekitar lokasi,” jelas Arry.

Caldera Journey menyediakan trip yang beragam. Mulai dari perjalanan menikmati keindahan Thailand (5 hari), menjelajah  alam India (11 hari), hingga bertualang di Everest Best Camp (17 hari). Perjalanan yang cukup panjang   membuat setiap peserta menjadi  makin akrab. Memang, salah satu tujuan awal Caldera Journey membuat komunitas ini adalah agar setiap orang bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru.





JEJAK KAKI
(Twitter: @TwitJejakKaki; www.jejakkaki.multiply.com)

Terbentuk sejak tahun 2006, kini Jejak Kaki telah melakukan banyak perjalanan, mulai dari Medan, Pulau Komodo, Pulau Derawan, hingga Wakatobi. “Biasanya, 50 persennya sudah pernah ikut perjalanan sebelumnya, sedangkan 50 persen lagi orang baru yang ikut perjalanan ini sendirian,” kata Lena Primasari (37), team leader Jejak Kaki.
Agar tiap peserta dapat berkenalan dan berbaur, Jejak Kaki punya trik jitu dengan tidak menggabungkan peserta yang sudah saling kenal dalam satu kamar. “Tidak dipungkiri, awal bertemu di meeting point memang masih banyak yang diam dan malu-malu. Namun, setelah kami perkenalkan satu per satu, peserta jadi lebih akrab dan makin heboh,” ungkap Lena.
 Walaupun ditawarkan dengan harga murah, Jejak Kaki tetap memberikan asuransi kepada setiap pesertanya. “Kami sangat mementingkan keamanan dan kepuasan. Sebelum trip, pasti ada pihak kami yang melakukan survei, mulai dari masalah cuaca, logistik, penginapan, hingga  transportasi, termasuk memberi asuransi,” kata Lena.






LAGUNA
(Twitter: @lagunatrip; www.laguna.com)

Mariza dan 5 orang temannya yang punya hobi jalan-jalan, punya ide untuk membentuk trip organizer yang menyediakan paket liburan murah ala backpacker. Untuk menentukan trip yang akan dijual dan itinerary, Mariza selalu melakukan survei terlebih dahulu. ”Supaya kita tahu kendala apa yang dihadapi nanti. Apalagi para peserta trip kami kebanyakan adalah wanita,” kata Mariza, yang mengaku bahwa trip ke Kepulauan Seribu  makin banyak diminati.
Selain dari web, Mariza juga melakukan promo trip Laguna melalui Facebook dan Twitter. Baginya, testimoni orang-orang yang pernah ikut dalam perjalanan Laguna merupakan promosi terbaik. ”Dari situ biasanya orang bisa percaya dan mau jalan bareng kami,” kata Mariza.(f)
 






 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?