Fashion Trend
Gaung Fashion Detox

3 Jun 2015


Pada awalnya, isu soal fashion yang ramah lingkungan lebih banyak dipelopori oleh aktivis. Menurut Marshal Cohen, chief analyst NPD Group, sebuah badan market research, bisnis eco fashion memang hanya mencapai 2% dari total 200 miliar  dolar AS di Amerika Serikat. Namun, angka ini sudah jauh meningkat dari satu dekade lalu, yang tidak mencapai setengah miliar.

Kesadaran sosial untuk berlaku etis terhadap binatang, melestarikan alam, serta memperhatikan nilai kemanusiaan pekerja memang menjadi motivasi yang ulung. Namun, tentunya hal ini tidak akan mudah diterima oleh pencinta fashion, jika tidak dibarengi dengan nilai estetika.

Untungnya, berkat teknologi yang berkembang, kita sudah berada di titik di mana nilai estetika fashion tidak dibatasi oleh material ramah lingkungan yang berkualitas rendah, seperti satu dekade lalu. Kini, desainer dan beberapa label besar berdiri di garis depan untuk mengusung fashion dengan sustainability.

Stella McCartney sudah mengukuhkan citranya sebagai desainer yang mengusung vegan fashion sebagai identitas labelnya sejak tahun 2001. H&M juga berhasil meluncurkan koleksi H&M Conscious yang terbuat dari polyester recycled, hemp, katun organik, linen and Tencel. Koleksi ini bahkan juga dikenakan di ajang karpet merah oleh Amanda Seyfried saat menghadiri London premiere, dan Michelle Williams saat menghadiri BAFTA (British Academy of Film and Television Arts) Awards.

Sustainable fashion tentunya membutuhkan kampanye yang efektif didukung oleh para insan fashion dan komitmen kuat dari para pelaku bisnis fashion yang terkait. Sejak 2011, Greenpeace memiliki kampanye global ‘Detox’ yang menargetkan para produsen fashion dunia agar berkomitmen penuh untuk menghasilkan fashion yang ramah lingkungan dengan tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Menurut Ahmad Ashov Birry, juru kampanye Detox Greenpeace Indonesia, jutaan  fashionista, blogger, dan berbagai merek fast fashion hingga high end mulai bergabung dan menyatakan komitmennya untuk menuju era eco fashion.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?