Travel
Gardens by the Bay

5 Nov 2014

“Saya ingin tinggal di sini selamanya!” pekik saya kegirangan, begitu menginjakkan kaki di dalam Cloud Forest Dome di Gardens by the Bay, Singapura. Bagaimana tidak, saat membuka pintu dorong, saya disambut oleh percikan dingin dari air terjun setinggi yang mencurah di bawah langit-langit kaca. Udara di sekitar saya juga seketika jadi berembun dan sejuk, jauh dari kelembapan yang mewarnai hari-hari saya di Singapura.

Gardens by the Bay memang tujuan utama saya pergi ke Kota Singa, selain untuk mengikuti pertandingan final Women Tennis Association (WTA) yang berlangsung 17-26 Oktober 2014 lalu. Terletak di area seluas 101 hektare di Marina Reservoir, struktur bangunan Gardens by the Bay yang berupa duagreenhouse berbentuk kubah kaca raksasa tanpa tiang ini memang mengundang perhatian, bahkan dari kejauhan.

Dalam waktu singkat, rasa penasaran saya berubah menjadi kekaguman. Ternyata, Gardens by the Bay tidak hanya impresif dari luarnya saja. Seluruh bangunan dan kompleks tempat ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan yang mengoptimalkan energi matahari dan hujan untuk menghemat pemakaian listrik. Kedua kubah juga dibuat supaya atapnya bisa dibuka tutup dan menggunakan kaca yang dapat menahan sengatan matahari.

Salah satu yang paling berkesan adalah udara dingin yang saya rasakan di Flower Dome. Udara sejuk ini bukan hasil dari air conditioner berfreon yang dapat merusak lapisan ozon, melainkan dari pipa-pipa air yang didinginkan di bawah lantai. Sistem pendingin ini juga memakai dehumidifier dari energi sisa dari mesin listrik yang didaur ulang, membuat udara menjadi tidak lembap. Saya melepas satu sepatu dan menginjakkan kaki di lantai, memang betul dingin!

          Flower Dome sendiri adalah rumah dari tanaman yang berasal dari berbagai kawasan Mediterania dan daerah subtropis. Selain yang menghuni secara permanen, Flower Dome juga memamerkan berbagai tanaman dan bunga-bunga sesuai dengan musim dan festival yang sedang berlangsung.Di beberapa sudut terdengar suara musik instrumen yang mengalun halus yang menentramkan sekaligus membangkitkan imajinasi pengunjung. Seperti kata The Cure, just like heaven…

          Tapi, favorit saya adalah Cloud Forest Dome. Air terjun yang saya sebutkan tadi mencurah dari ‘gunung’ setinggi 35 meter yang dilapisi berbagai vegetasi hijau dan lebat. Untuk naik ke puncaknya bisa menggunakan lift. Dari atas, saya perlahan-lahan turun dengan menyusuri skywalk yang panjang dan meliuk-liuk, membuat saya serasa berjalan di awan! Yang membuat pengalaman lebih surreal, embun dingin sedang disemprotkan dari berbagai arah, membuat saya serasa sedang berjalan di awan.

 TIP

  • Gardens by The Bay di malam hari juga tak kalah cantik dengan siang hari. Bila ingin menikmati keduanya, disarankan datang 1-2 jam sebelum matahari terbenam.
  • Sebaiknya membawa cardigan tipis bila tidak tahan udara dingin.
  • Stasiun MRT terdekat adalah Bayfront.
  • Tiket terusan dewasa untuk taman outdoor dan kedua kubah adalah 28 dolar Singapura. Info lengkap di gardensbythebay.com.sg


PRIMARITA S. SMITA



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?