Chocolate mousse, black sesame macaron, pistachio ice cream. Wah, itu semua sudah monoton. Pemasak kini sedang keranjingan memasak hidangan manis dengan rasa-rasa berikut ini. Sudah pernah coba?
- Yuzu: Walau banyak chef mengimpornya dari Jepang atau Korea, jeruk ini asli Cina. Orang Jepang membawanya melalui Korea, dan keduanya kini menjadi produsen terbesarnya. Kulitnya diandaikan permukaan planet Pluto, mengerut, tak beraturan. Rasanya mirip persilangan jeruk bali dan jeruk mandarin. Yang sering digunakan adalah kulit dan daging buahnya yang dibuat jus (bukan potongan daging buahnya).
- Hazelnut-cokelat: Entah dipicu apa, tengah berlangsung demam rasa nutella pada kue-kue hingga es krim! Sebenarnya, ini gabungan rasa hazelnut-cokelat. Namun, agar lebih familiar dan menjual, disematkan embel-embel kata nutella, walau ini sebenarnya adalah nama merek. Istilah gaul lainnya adalah chocolate-gianduja, dan di luar negeri, gianduja yang enak harus terkomposisi atas setidaknya 50% hazelnut (dan dijual dalam bentuk spread/selai dalam ragam merek).
- Dulce de leche: Bahasa keren dari Portugis untuk cairan manis yang dihasilkan dari pemasakan lama susu kental manis atau antara susu (bisa susu sapi atau susu kambing). Hasil akhirnya kental, legit mirip rasa butterscotch (karamel-susu).
- Popcorn: Dialamatkan untuk kompilasi aroma mentega nan wangi dan manisnya gula, terinspirasi dari popcorn manis. Banyak es krim hingga molecular dessert mengangkat rasa ini. Mirip fenomena es krim atau bolu tiramisu, di mana kata ‘tiramisu’-nya mengacu pada rasa kopi dan keju.
- Sea salt-caramel: Sudah tahu rasa karamel, bukan? Nah, karamel gaya baru adalah yang diracik bersama garam laut premium ini. Rasa asin garam laut ini terbukti menyeimbangkan manisnya karamel. Nama beken lainnya, caramel-fleur de sel.


