Di Jepang, para toji atau pembuat sake, terkenal dengan tangannya yang begitu halus walaupun wajahnya sudah tua. Ternyata, proses fermentasi ragi yang dilakukan oleh para toji –di mana tangannya bersentuhan langsung dengan ragi tersebut-- menciptakan nutrisi alami yang dapat memperbaiki kulit. Dari 350 jenis ragi, ada satu jenis ragi unik yang diberi nama pitera. Ragi memang terbukti aman digunakan dan tidak memiliki efek merusak. Peneliti dari John Hopkins University dan National Taiwan University bahkan menyatakan bahwa di dalam ragi terdapat organisme seluler yang mengandung protein khusus, dan protein tersebut sangat berpengaruh pada proses penuaan. Jika protein tersebut ditekan jumlahnya, maka proses penuaan berlangsung dengan lebih cepat, begitu pula sebaliknya.
Ragi juga dipercaya memiliki zat asetil yang merupakan protein khusus yang berperan dalam peremajaan molekul biokimia. Zat ini bisa memperbaiki molekul-molekul kulit yang rusak.
Coba ini!
Facial Treatment Essence SKII yang memiliki kandungan pitera menjadi sangat terkenal, bahkan disebut sebagai miracle water. Kandungan alami pitera berperan menstabilkan kelembapan kulit wajah dan memperbaiki sel kulit. (f)


