Tahu kan, kalau kita selesai berolahraga, tubuh dan perasaan ikut nyaman. Kenapa? Karena setelah berolah-raga ada hormon yang dihasilkan oleh tubuh, namanya endorfin, sering disebut hormon feel good. Nah, sama seperti habis berolahraga, aktivitas seksual yang berujung pada orgasme juga memunculkan endorfin. Hormon ini memiliki efek penyembuhan, dan relaksasasi ke seluruh tubuh.
Jadi kalau Anda sedang stres urusan pekerjaan, jangan buru-buru menolak ajakan bercinta dari pasangan. Endorfin ini sanggup menekan kadar stres, beban Anda pun sedikit terangkat. Jangan pula menolak ajakan bercinta ketika Anda dilanda kebete-an karena mood yang tidak jelas di masa pra-menstruasi. Biasanya kan kalau sudah dekat ‘tanggal-tanggalnya’, Anda jadi gampang marah, dan gampang sedih. Masa-masa PMS (Pra Menstruation Syndrome) Anda bakal lebih jinak, dengan aktivitas seks, lagi-lagi karena endorfin.
Endorfin masih punya manfaat yang sayang dilewatkan. Hormon bahagia ini juga disebut-sebut memiliki kandungan pengurang rasa sakit. Beberapa penelitian menyebutkan, orgasme adalah analgesic (penghilang rasa sakit) alami yang dapat meringankan berbagai macam rasa sakit seperti pusing dan beberapa jenis migren. Teorinya, endorfin yang muncul saat orgasme, menyebar ke seluruh tubuh, dan menghasilkan efek yang sama dengan morfin.
Seks mungkin bukan jalan ampuh layaknya obat bagi solusi penyembuhan keluhan-keluhan seperti di atas. Jadi jangan gunakan sebagai alasan untuk melupakan gaya hidup sehat dan pentingnya menjaga kualitas hubungan dengan pasangan. Para peneliti ini lebih menggarisbawahi bahwa seks yang dilakukan dalam hubungan yang sehat akan menghasilkan pikiran dan tubuh yang sehat pula bagi pasangan. (f)


