Trending Topic
Drama Musikal Semut Hitam, Semut Merah

15 Jun 2012

Anda yang menghabiskan masa kecil di awal 90-an, tentu ingat setiap Hari lebaran, TVRI akan menayangkan kelompok operet Papiko yang dikomandani seniman serba bisa, Titiek Puspa.  Pada tanggal 15-17 Juni ini, mari kembali bernostalgia sekaligus mengenalkan Papiko kepada si kecil, lewat drama musikal berjudul Semut Hitam-Semut Merah, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Cerita dibuka oleh kegembiraan rakyat kerajaan semut hitam dan semut merah, yang giat menabung makanan dan hidup rukun. Sambil bekerja, mereka bernyanyi, menari dan saling bertukar lelucon. Hidup rasanya begitu indah.  Hubungan dua kerajaan semut ini juga kian erat setelah sang Pangeran dari Kerajaan Semut Hitam jatuh cinta dan hendak menikah dengan Putri dari Kerajaan Semut Merah. Dua kerajaan pun segera bersiap-siap untuk menyambut pesta besar.

Sayangnya, kerukunan itu membuat gerah Semut Bertopeng (Ivan Gunawan). Dengan tipu muslihat, Semut Bertopeng mengadu domba para semut untuk saling membenci. Hasutan itu pun termakan dan perang besar pun di ambang mata.

Titiek Puspa sendiri yang menulis naskah drama musikal berdurasi panjang, 3 jam (dengan 15 menit break). Penonton dimanjakan oleh kostum ala semut yang menawan dan mewah. Oma Titiek dengan cerdik membuat kosakata khas kerajaan semut, seperti cimacici (terima kasih), mut-mut-mut (salam/sayang/rindu), ciu ciu (sampai jumpa) dan masih banyak lagi.
Selain Titiek Puspa yang berperan sebagai Eyang Jingga nan bijak, drama ini ditaburi nama-nama besar seperti Candil, Camelia Malik, Be3 juga Tike Priatnakusumah. Harus diakui, nama-nama besar itu mampu menyajikan tontonan yang tak biasa.

Lihat saja bagaimana Camelia Malik (Ratu Semut merah) memberi kejutan dengan berdendang lengkap dengan goyang ala jaipong dan iringan gendang. Ivan Gunawan juga berhasil membawakan karakter Semut Bertopeng yang jahat, judes, sekaligus haus perhatian. “Selain ingin memberikan tontonan yang menghibur dan memiliki nilai edukasi, drama ini sekaligus wadah untuk pengembangan talenta seniman muda Indonesia,” ujar Titiek Puspa.

Yoseptin Pratiwi
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?