Kuliner Kota Medan memang banyak dipengaruhi budaya Melayu. Tengok saja beragam sajiannya. Mulai dari roti canai siram kuah kari, hingga es campur Medan. Jika Anda penasaran dengan rasa es campurnya, datang saja ke restoran Tempo Doeloe. Berbeda dari es campur lain yang menggunakan blewah, avokad, nangka, bahkan biji mutiara, isian es campur di tempat ini boleh dibilang sederhana. Hanya menggunakan cincau hitam, kolang-kaling, tapai singkong, cendol, dan kacang merah. Meski begitu, cita rasanya jempolan. Cendolnya dibuat sendiri (home made) dengan campuran bahan berupa tepung hun kwe dan daun pandan untuk pewarnanya.
Tak ketinggalan es serut, santan, dan sirop di dalam campurannya. Siropnya bukan berwarna merah seperti es campur lain, melainkan cokelat kemerahan karena terbuat dari gula merah yang dilelehkan. Pada saat pelelehan tidak menggunakan air sama sekali, makanya siropnya sangat kental dan terasa alami di lidah.
Anda juga bisa menikmati kesegaran es kietna. Es yang konon sudah jadi favorit sejak resto ini berdiri 10 tahun lalu. Tampilannya mirip dengan es jeruk, namun cita rasa asam manisnya jauh lebih mantap! Boleh jadi, karena es ini diracik dari manisan buah jeruk kietna yang sudah dihaluskan. Jeruk kietna merupakan jeruk yang berasal dari Medan dengan cita rasa asam manis. Slurrp... segarnya luar biasa! Persis seperti saat menyeruput jus kiamboi (manisan yang terbuat dari buah plum). (FF)
Lokasi: Muara Karang Blok Z IV Utara No 9. Telp: (021) 6616226. Jam buka: Setiap hari, Pukul 10.00 – 21.30 WIB. Harga*): Makanan dan Minuman: Rp4.000 – Rp200.000 (Belum termasuk pajak dan pelayanan 10 %). Suasana: Nyaman untuk santai, dengan dominasi warna ruangan putih dan sentuhan kayu.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
FOTO: FF


