Food Trend
Di Balik Manisnya Kue Imlek

18 Feb 2015


Sejarah perayaan tahun baru Imlek atau Sin Tjia –di sini sering disingkat sebagai Imlek-- berawal dari sebuah tradisi para petani di Cina untuk menyambut kedatangan musim semi. Di seluruh negeri, kedatangan musim semi sebagai awal untuk bercocok tanam disambut dengan sukacita. Untuk itulah, Imlek juga disebut-sebut sebagai festival musim semi.

Tidak diketahui pasti kapan pertama kali Imlek mulai dirayakan. Beberapa sumber menyebut bahwa tradisi ini bermula sekitar tahun 2700 SM. Dan, karena perayaan Imlek ini berasal dari kebudayaan petani, tak mengherankan bila bentuk persembahannya berupa makanan dari hasil pertanian. Idealnya,  tiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 jenis masakan dan 12 jenis kue yang mewakili lambang-lambang shio yang jumlahnya ada 12. 

Kue-kue yang dihidangkan biasanya dari jenis yang serba manis. Tentu dengan harapan agar kehidupan di tahun mendatang lebih manis dari tahun sebelumnya. Semua hidangan ini disusun di meja sembahyang, lalu kepala keluarga atau anggota keluarga yang paling senior berdoa untuk mengundang para leluhur agar berkenan menyantap seluruh hidangan yang disuguhkan. 

Menurut kepercayaan, sekitar satu minggu sebelum tahun baru Imlek, Dewa Dapur yang mendapat tugas untuk mengawasi segala tingkah laku seluruh anggota keluarga di tiap rumah, akan pulang ke surga untuk memberikan laporannya tentang perilaku  tiap keluarga  kepada Raja Surga. Agar Dewa Dapur hanya menyampaikan laporan yang baik-baik dan menyenangkan, dihidangkanlah sajian-sajian manis untuknya. Konon, inilah cikal bakal hadirnya kue keranjang yang bercita rasa manis di  tiap perayaan Imlek.

Satu hari menjelang Sin Tjia diadakan upacara sembahyang kepada para leluhur. Dan malam harinya, seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah orang tua atau yang dituakan untuk makan malam bersama. Selesai makan malam, mereka begadang semalam suntuk dengan pintu rumah yang dibuka lebar-lebar agar rezeki masuk dengan leluasa. Pada saat ini disediakan camilan berupa kuaci, kacang, dan permen. 

Berikut ini adalah kue-kue manis yang biasa disajikan oleh warga peranakan Tionghoa untuk menyambut tahun baru Imlek. Beberapa jenis kue lain bisa berbeda-beda, tergantung budaya setempat. Kue-kue ini memiliki makna dan perlambangan yang serba baik untuk membuka tahun. Gong xi fa cai!  



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?