Sex & Relationship
Dendam Kekasih

1 Mar 2016


"Saya baru setahun menjalin hubungan dengan pria yang pernah dikecewakan mantan kekasihnya. Ia sering menumpahkan kejengkelannya karena sering dimanfaatkan mantan kekasihnya itu, seperti menjadi ‘sopir’. Anehnya, ia tak pernah mau mengantar saya,  jika  saya ada keperluan. Ia juga terkadang terlihat cuek dan tak perhatian pada saya. Apakah ini menandakan ia tidak serius?"

Kata Monty Satiadarma
Sikap kekasih yang berulang kali menceritakan kelakuan mantan kekasihnya bukanlah  bentuk pelampiasan kejengkelan, tetapi justru manifestasi dari dorongan untuk memperoleh kembali mantan kekasihnya. Namun, karena realitas tak sejalan,   ia pun mengalami ruminasi atau pengulangan proses berpikir pada suatu kejadian tertentu.
  
 Ia merasa gagal menyelamatkan kelanggengan hubungan dan mengalami stagnasi yang menyeretnya untuk terus memikirkan hal tersebut. Jika Anda ingin membantu kekasih,  Anda seharusnya tak cepat mengambil kesimpulan kekasih kurang memperhatikan.
Anda juga perlu menggugah kesadarannya untuk membereskan rasa frustrasinya terlebih dulu dan menyarankan ia berkonsultasi pada konselor. Sebab, proses merelakan dan menerima pengalaman tak menyenangkan sulit dilakukan seorang diri. Ketika pasangan telah mampu melepaskan diri dari ruminasi ini, barulah Anda bisa memperoleh jawaban tentang kesungguhan hatinya untuk hidup berbagi bersama Anda.  

Kata Irma Makarim

Kegemaran kekasih menjelekkan mantan kekasihnya bukanlah tindakan etis. Yang Anda alami bukanlah hal yang menyenangkan untuk didengar. Apalagi mengingat Anda baru satu tahun menjalani hubungan yang seharusnya sedang hangat-hangatnya. Jangan bersikap seolah-olah Anda tak keberatan, sebab ia berpikir hal tersebut tak menjadi masalah bagi Anda. Mintalah pada kekasih untuk berhenti membicarakan tentang mantan kekasihnya, sebab membuat Anda merasa tersisih.     
 
Apabila ia tak berniat atau mampu berubah, pertanda ia masih terjebak oleh cinta lamanya. Anda seharusnya bisa mengkaji ulang atas hubungan ini. Pertimbangkanlah semua yang telah Anda rasakan. Apakah Anda sanggup terus-menerus hidup dalam hubungan seperti ini?

Hal ini penting dilakukan karena apa yang Anda alami sekarang akan menjadi bagian hidup Anda kelak. Andalah pemegang keputusan untuk kebahagiaan Anda sendiri. Ingat, bila Anda ingin dihargai oleh pasangan dan orang lain, mulailah dengan menghargai diri Anda sendiri. (f)   



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?