Gerakan untuk kesetaraan gender di seluruh dunia telah memperoleh berbagai kemenangan yang berarti. Perlahan tapi pasti, selama beberapa dekade ini wanita mulai menempati banyak posisi penting yang memberikan mereka kesempatan sama dengan pria untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Tahun ini, International Women’s Day (IWD) atau Hari Wanita Internasional kembali merayakan berbagai pencapaian hebat oleh wanita di seluruh dunia, dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi.
Dimulai pada tahun 1911, kali ini IWD mengambil tema global, Inspiring Change. Ribuan kegiatan di seluruh dunia dilakukan serentak pada 8 Maret untuk mendukung kemajuan wanita di berbagai bidang. Di Indonesia, tak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk turun ke jalan dan menyuarakan aspirasinya.
Seperti yang dilakukan puluhan wanita buruh di Jakarta, saat menuntut kesejahteraan dan keadilan bagi pekerja perempuan, atau Gerakan Perempuan Aceh saat menggelar aksinya untuk menuntut tindak lanjut dari 335 kasus kekerasan terhadap wanita yang terjadi di Aceh sepanjang tahun 2013.
Tema IWD yang ingin menginspirasi perubahan tidak hanya bisa diaplikasikan di ranah nasional, tapi juga ranah profesional. Karena tiap wanita adalah agen perubahan di mana pun ia berkarya, kompetensi dan fleksibilitas menjadi poin penting dalam kesuksesan kariernya.
Berdasarkan survei global yang dilakukan Accenture, sebanyak 58% wanita karier percaya bahwa karyawan sukses adalah mereka yang mampu beradaptasi pada perubahan, sedangkan 72% mengaku telah siap untuk menyambut perubahan yang dapat menjadi tantangan nantinya.
Perubahan ini bukan hanya di lingkup kerja. Kaum wanita profesional juga melihat adanya kebutuhan untuk menyesuaikan tujuan karier dengan kehidupan rumah tangga. “Ketika wanita dengan jelas menentukan tujuan karier dan mengembangkannya dalam berbagai tahapan kehidupan, mereka jadi lebih mudah menekuni dan menyelaraskan antara karier dan tanggung jawab keluarga atau rumah tangga,” ujar Neneng Goenadi, Country Managing Director Accenture Indonesia, pada acara Peringatan Hari Wanita Internasional 2014 di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta.
Acara yang mengambil topik Knowing and Growing Your Career Capital ini juga menghadirkan panelis yang telah sukses di bidang kariernya masing-masing, yaitu Parwati Surjaudaja, Presdir PT OCBC NISP Tbk., Friderica Widyasari Dewi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, dan Svida Alisjahbana, CEO Femina Group.
Di acara ini rektor Universitas Paramadina dan pendiri Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, juga hadir memberikan insight tentang pentingnya wanita dari semua lapisan untuk mampu menghadapi kompetisi di berbagai level. “Mereka yang sudah berada di posisi puncak harus bisa fleksibel dan tampil di tingkat grassroot. Sementara, mereka yang biasa tampil secara grassroot juga harus mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkapnya.
Sebelumnya Accenture bekerjasama dengan Femina melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 20 wanita dari komunitas Women's Leadership Network Femina. FGD ini bertujuan untuk menguatkan hasil penelitian kuantitatif dari survei global yang dilakukan oleh Accenture.
PSS
FOTO: KIR


