Food Review
Daging Sapi Tiga Rasa

21 Jul 2011

Indonesia akrab dengan hidangan satai, dan hampir setiap daerah memiliki racikan satai  yang jadi kebanggaan. Dagingnya bervariasi, dari daging sapi, ayam, hingga kambing, yang dipadu dengan saus yang ngena dengan lidah setempat. Sebuah tempat makan di daerah Serpong bernama Masakan Daging Sapi Bapak Mahmud mengangkat satai khas Betawi. Di kawasan yang padat oleh warga Betawi inilah mendiang Mahmud pada tahun 2004 mendirikan warung yang juga menampilkan menu kesohor: soto tangkar dan sup buntut sapi. Pak Juni, sang cucu, adalah penerusnya kini.

Satai di sini terbuat dari daging sapi. Dimakannya bersama nasi putih pulen yang mengepul hangat. Pak Juni membuka rahasia dapurnya. Pertama, kunci dari rasa gurih daging terletak dalam langkah merendam daging sapi muda dalam kompilasi bawang putih, merica, garam, dan gula. Kedua, keempukan daging diraih dengan cara alami, yakni dibungkus daun pepaya. “Agar makin empuk, dagingnya dipotong kecil-kecil dan diiris dengan arah melawan serat,” jelasnya. Mewarisi sikap telaten sang kakek, Pak Juni pun tak tergesa untuk segera membakar daging ini. Daging-daging didiamkan dahulu selama beberapa jam dalam keadaan terbungkus daun pisang agar bumbu merasuk sempurna.

Setelah dibakar, daging sapi ini menunjukkan kehebatannya. Tak hanya berbekal cita rasa mak nyuss, tekstur dagingnya pun empuk. Tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra saat menggigitnya. Jika dihubungkan dengan satai khas Plered yang juga terbuat dari sapi dan diracik hingga menyerupai dendeng, sensasi satai Betawi justru lebih mengingatkan kita pada satai ayam, saking empuknya!

Pak Juni juga tidak pelit untuk menyiramkan bumbu kacang ke atas satainya. Sensasi pedasnya menonjol karena jumlah kacangnya tidak berlebih, dipadu bawang putih dan cabai merah yang royal. Dikucur jeruk nipis, rasanya makin komplet!

Soto tangkar di sini juga mampu mengejar popularitas satai. Kuah santannya beraroma ketumbar dan jintan, pengaruh dari meleburnya warga Arab di perkampungan Betawi. Ketika dahulu masyarakat Betawi hanya mampu menggunakan tangkar, yakni potongan tulang iga yang hanya berdaging sedikit di dalam soto ini, versi Pak Mahmud memperlihatkan pergerakan Betawi masa kini yang juga menambahkan isi berupa sandung lamur. Kedua jenis daging ini aromatik karena kuahnya berempah. Dengan adanya sandung lamur, sajian ini favorit di kalangan penggemar daging sapi berlemak.
Nah, kalau Anda ingin cita rasa yang lebih ringan, cicipi sup buntut sapi. Kaldu yang cukup tajam saat dihirup ternyata memiliki rasa yang sangat ringan.  Pak Juni mengatakan bumbu pada kuah berisi wortel dan bawang daun ini sederhana. Kelihaiannya justru terletak pada tekstur daging yang lagi-lagi sangat empuk, dengan cita rasa gurih yang mencapai bagian terdalam dari tulang. Dengan semua racikan ini, sukar menolak semuanya!

Lokasi: Jl. Bhayangkara Raya No.26 (Depan Pusdiklantas POLRI), Serpong. Telp: 081315092345. Harga*): Rp6.000 – Rp20.000/ porsi. Jam Buka: Sabtu–Kamis, pukul 10.00 – 21.00 WIB. Suasana: Warung makan sederhana.

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.

BLI. FOTO: HONDA TRANGGONO.




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?