Fashion Trend
Cucian ‘Kotor’ Industri Fashion

27 May 2015

Cina, India, Vietnam, Indonesia dan beberapa negara lainnya memang menjadi basis manufaktur dari berbagai merek internasional untuk ekspor global. Ini didorong oleh target tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan hingga 20% dari GDP. Dampaknya, kasus pembuangan limbah industri berbahaya pun banyak ditemui di negara tersebut. Di Cina,  Sungai Yangtze dijadikan tempat pembuangan limbah oleh dua perusahaan manufaktur tekstil. Di Indonesia, Sungai Citarum juga menjadi salah satu daerah yang tercemar karena menjadi tempat industri tekstil membuang limbahnya yang banyak mengandung logam berat chrome, timbal, dan merkuri.

Hal ini dibenarkan oleh Soenardi, Ph.D., pengajar di Universitas Padjadjaran yang aktif melakukan riset terhadap pencemaran lingkungan, terutama di sekitar area Sungai Citarum. Seluas 12 hektare area persawahan di Rancaekek, Bandung, tampak menghitam akibat AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) yang buruk dari beberapa pabrik tekstil yang menjadi salah satu roda industri mode. Gawatnya, ini bukan satu-satunya area yang terkena dampak negatif, masih banyak area lain yang menjadi tidak produktif di Indonesia. Belum lagi penduduk sekitar yang menjadi korban dan kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat pembuangan limbah yang tidak diatur.

Regulasi tentang pengaturan bahan kimia yang beredar di Indonesia juga masih belum memadai. Dari 190.000 bahan kimia yang beredar, hanya 154 yang penggunaannya diatur dan dikontrol oleh pemerintah.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 juga sudah mengatur tentang penyediaan landasan hukum bagi pencegahan pencemaran berikut sanksinya.  Sayangnya, masih banyak perusahaan yang ‘nakal’, tidak transparan dengan mencantumkan hasil buangan limbahnya di website IPE, serta tidak dibarengi sistem monitoring yang memadai. (f)  


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?