Celebrity
Cinta Laura: The Lucky Girl

25 Jun 2013


Sejak tahun 2011 lalu, Cinta Laura meninggalkan Jakarta untuk melanjutkan kuliah Psychology and Political Science di Colombia University, Amerika Serikat. Kini, hari-harinya tak jauh dari mahasiswa kebanyakan, berkutat dengan tugas-tugas kuliah dan ujian.

“Bisa hang out bersama teman saja jarang banget, apalagi untuk melanjutkan karier, rasanya tidak mungkin,” ujar wanita berdarah Jerman-Indonesia ini. Ia juga merasa lebih nyaman tinggal di New York, sebab tidak banyak orang yang tahu keberadaannya sebagai artis, sehingga privasinya lebih terjamin.

Cinta memulai karier saat usianya masih 12 tahun. Ia berhasil mencuri perhatian pemirsa televisi dengan karakternya sebagai Cinta di sinetron stripping, Cinderella. “Awal berkarier di dunia sinetron, 52 episode pertama saya dibayar Rp10 juta per episode,” ungkap wanita kelahiran 17 Agustus 1993 ini. Sejak bermain di Cinderella, ia kebanjiran job sebagai bintang iklan.

Selain berakting di sinetron dan iklan, Cinta mencoba peruntungannya di dunia tarik suara. Ternyata, usaha coba-coba ini mendapat respons di luar dugaan. Terbukti, album berjudul Cinta Laura yang diluncurkannya tahun 2010 laris hingga 1 juta kopi. Angka yang cukup fantastis bagi artis pendatang baru. Dari hasil jerih payahnya, Cinta mampu membeli sebuah apartemen mewah di Pondok Indah.

Selain dalam bentuk properti, Cinta menginvestasikan uangnya dalam bentuk bisnis tas dan aksesori bermerek CLK, yang diambil dari inisial namanya. Saat ini, sistem penjualannya masih bentuk online shop, tapi ia berencana akan segera membuka butik di mal di lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand. 

Sebenarnya, dengan uang hasil tabungannya, Cinta bisa membeli sebuah mobil mewah sebagai alat transportasinya selama di Amerika, tapi ide ini tidak disetujui oleh sang ayah. “Sejak kecil kami selalu dibiasakan hidup sederhana dan tidak boleh pamer,” ujar Cinta, yang mengaku lebih suka menyumbangkan sebagian uangnya untuk kegiatan sosial. Sejak tahun 2003, melalui Soekarseno Foundation,  Cinta membangun beberapa sekolah yang rusak di Bogor, Jawa Barat.

Sejak kepindahannya ke Amerika Serikat, kesempatan Cinta untuk meraih impiannya menjadi aktris dunia makin dekat dengan kenyataan. Tahun 2012 lalu ia mendapat tawaran casting untuk film The Philosopher. “Seorang alumnus Jakarta International School yang bekerja sebagai kru film Hollywood menawari saya untuk casting. Ternyata, saya lolos dan berperan sebagai Utami di film ini. I am a lucky girl!” ungkapnya, penuh semangat.

Meski   makin banyak kesempatan berkarier di dunia film Amerika, Cinta tetap menomorsatukan pendidikan. Ia menargetkan lulus dalam waktu 3 tahun, yaitu di bulan Mei 2014. “Saya sengaja ngebut karena tahun depan akan pindah ke Los Angeles, fokus di Hollywood sambil sekolah akting,” ujarnya.

Namun, apabila dalam setahun karier filmnya mandek, maka ia akan melanjutkan kuliah master in law di Harvard University. “Cita-cita saya tentu ingin sukses di Hollywood. Tapi, jika tidak, saya ingin bekerja di  United Nation (PBB) atau menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia. Amin,” harapnya, serius.  



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?