Menurut psikolog Adriana Ginanjar, wanita sering terlalu cepat ge-er, bisa menjadi pelabuhan terakhir dan mengubah si bad boy menjadi good boy. Padahal, pria-pria ini memiliki energi yang besar untuk melakukan banyak hal dan tantangan baru. Ini yang membuat mereka memiliki segudang pengalaman menghadapi wanita. Pria jenis ini pandai menjual dirinya sendiri, tahu mencari celah hingga wanita luluh dan bertekuk lutut padanya.
Faktanya, wanita memang selalu mengandalkan perasaan dan empati. Adriana melihat hal ini sebagai penyebab mengapa wanita sering menjalani hubungan karena alasan ada chemistry yang dirasakan, hingga akhirnya terjebak. “Padahal, salah besar jika suatu hubungan hanya mengandalkan chemistry, apalagi dengan pria ‘bad image’,” ungkap Adriana.
Karena itu, Adriana mengingatkan untuk berhati-hati ketika menggantungkan sebuah hubungan pada alasan chemistry. Kenyataannya, cinta juga harus pakai logika. Penting pula untuk mencari tahu dan memperhitungkan masa lalu pasangan di tengah rasa berbunga-bunga karena jatuh cinta.
Siap Konsekuensinya
Berdasarkan pengalamannya menangani banyak pasangan yang memiliki masalah dalam perjalanan hubungan mereka, Adriana melihat pentingnya seseorang melihat cinta secara realistis. “Dalam hal ini, mencari tahu bagaimana kehidupan masa lalu, lingkungan, dan keluarga pasangan juga sangat penting. Karena, nantinya hal ini akan memengaruhi penilaian pasangan terhadap sebuah hubungan dan kehidupannya kelak,” jelas Adriana.
Menjalin hubungan dengan pria bad image, mungkin Anda merasa telah mengetahui sejarah percintaannya dari yang terburuk, tapi Anda juga harus siap dengan kemungkinan terburuk. Karena, tak ada yang menjamin jika ia akan benar-benar berubah dan Anda tak akan tersakiti. Namun, ketika benar-benar menjalaninya, maka kepercayaan dan keyakinan juga tetap harus dipelihara dengan baik jika ingin mendapatkan hubungan yang sehat dan seimbang.
Menurut Adriana, mengenali dengan baik masa lalu pasangan penting untuk menjadi bekal kita mempelajari sifat dan sikapnya. Misalnya saja, jika pasangan tipe yang mudah tergoda wanita lain, selalu ingatkan ia saat pertemanannya dengan beberapa wanita di luar sana, sudah berlebihan. “Tak ada salahnya mengingatkan ia akan komitmennya pada keluarga. Sebagai wanita, Anda juga dituntut harus terus mengevaluasi diri, apa kekurangan dan kesalahan yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Ditekankan oleh Adriana, jangan pernah berharap pasangan akan berubah saat bersama Anda. Apalagi menjadi yang Anda inginkan. Saat memilih untuk memberikan hati dan kepercayaan Anda pada seseorang dengan masa lalu yang buruk, artinya Anda juga harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan yang terburuk.
Ayu Widya S.


