Food Review
Bistro Prancis Nan Gaya

26 Jul 2011

Bistro yang menjadi lokasi see and to be seen terbaru di Jakarta ini dibidani pencinta kuliner, Anna Bambang. Di bawah bendera PT PennyRoos yang berfokus pada bisnis resto, ia telaten mendesain dinding-dinding kaca cantik untuk ‘memagari’ bistro dari suasana mal. Warna biru dan merah saling merangkul pada interior, berpadu dengan beberapa pajangan gaya Eropa koleksi Anna. “Berbeda dari resto kebanyakan yang berdekor minimalis, Bistro Baron didesain klasik, agar tak lekang zaman,” ujar Cecilia B. Salim, perwakilan dari Bistro Baron.

“Ask not what you can do for your country. Ask what’s for lunch.” Petikan humoris sutradara Amerika Orson Welles yang merupakan plesetan dari kata-kata kesohor John F. Kennedy, tertera di brosur eksklusif Bistro Baron. Walau menunya terbatas, resep yang dikomando konsultan resto Emmanuel Stroobant ini memang membuat kalangan hip menanti-nanti momen makan.

Wangi aroma bebek panggang yang menyeruak adalah godaan utama di tempat ini. Itulah aroma Confit de Canard (atau Duck Confit), salah satu menu lunch jagoan di sini. Lapisan kulit garing terlihat menutupi kaki bebek yang montok. Itulah ciri khas utama dari hidangan klasik Prancis yang diraih lewat teknik masak yang tidak sembarang. Bebek didiamkan lama (terkadang lebih dari satu hari) bersama garam dan bawang putih, lalu dipanggang dalam rendaman minyak bebek itu sendiri.

Jangan membayangkan kerenyahan bak salutan tepung. Renyah yang ini seperti renyah cracker, mengingatkan pada kulit bebek Peking yang juga diperoleh lewat teknik unik. Satu poin penilaian hidangan Duck Confit sudah terpenuhi: kulit yang garing! Keistimewaan lain dari hidangan ini adalah dagingnya yang empuk, dapat disuwir tanpa melibatkan emosi. ’Buah’ dari kesabaran chef dalam memanggangnya berjam-jam dalam rendaman lemak bebek. Beberapa buah potato rostï (istilah untuk perkedel kentang khas Barat) dan buncis mengelilingi bebek. Kentangnya gurih. Buncis pun masih mengeluarkan cita rasa khas sayur yang tidak lodoh, karena ditumis dalam waktu singkat. Keduanya unjuk gigi, tak mau kalah dengan bebek yang jadi bintang utama.

Beranjak sore, secangkir cappuccino dan semangkuk Bread Pudding. datang menemani. Beda dari bread pudding rumahan yang umumnya dibuat dari roti sisa, di sini roti yang dipakai fresh from the oven. Membuat roti yang enak tanpa bau obat mudah diwujudkan,  mengingat Anna juga adalah pemilik sebuah resto premium khusus panini (sandwich ala Italia). Menyantapnya bersama satu scoop es krim rasa baileys menjadi penutup yang manis setelah tiga jam rehat di ‘Prancis mini’ ini. (TN)

Alamat: Plaza Indonesia extension, Lt.1, unit E201-21. Jl. MH Thamrin Kav. 28, Jakarta Pusat. Telp: (021) 29923505. Harga*): Rp40.000 - Rp950.000 (Cote de Boeuf), belum termasuk pajak 21%. Jam buka: 07.30 –  22.00 WIB. Suasana: Tempat ngopi atau brunch yang elegan.

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?