Liburan musim panas ini saya, Patricia Gauthier, berkesempatan mengunjungi tempat wisata menarik yaitu Village Quebecois d'Antan di Québec dan Upper Canada Village (UCV) di Ottawa. Kedua tempat tersebut adalah situs sejarah masa lampau. Dengan mengunjungi tempat tersebut, kita masuk ke dalam kehidupan masa lampau dan bisa merasakan kehidupan sehari-hari pada masa itu.
Village Québécois d'Antan, Québec
Sekelumit Desa Prancis
Dibangun tahun 1977, Village Québécois d'Antan atau biasa disingkat Village d'Antan yang terletak di Drummondville, Centre-du-Québec, mengumpulkan kenangan abad ke-19. Village d'Antan ini dibangun Claude Verrier, ahli sejarah, dan didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Drummondville untuk melestarikan peninggalan sejarah dan mendukung pariwisata. Pemandu dan semua informasi yang ada di lokasi desa ini menggunakan bahasa Prancis.Tujuh puluh bangunan yang ada di desa tersebut adalah peninggalan abad 19 yang dipindahkan dari lokasi asalnya ke Village d'Antan atau dibuat mirip dengan bangunan aslinya. Saya sempat mengintip sebuah rumah yang mencerminkan rumah penduduk kelas menengah. Di dalam ruang makan terlihat seorang wanita yang sedang mengajari anak-anak yang duduk mengelilingi sebuah meja besar untuk membuat kerajinan tangan dari benang wol. Rumah ini dilengkapi peralatan rumah tangga kuno seperti pompa air tangan dan tungku kayu. Perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, piano dan tempat tidurnya pun antik.
Toko, apotek, gereja, pabrik serta peternakan, sengaja dibangun sesuai karakteristik desa antara tahun 1810-1910. Di 'Atelier Du Sellier' saya melihat proses pembuatan perlengkapan berkuda, mulai dari sepatu, tali kekang, pelana, dan lain-lain. Di Fabrication De Balais, seorang pria setengah baya sedang memberi pengarahan kepada beberapa anak-anak yang tengah belajar membuat sapu dari jerami.
Saya juga melihat pembuatan keju, di Fromagerie yang dibuat serupa dengan Lemaire, toko keju yang sudah ada sejak tahun 1860 di daerah St-Cyrille de Wendover, Quebec.
Penasaran dengan bank, saya menuju Caisse Populaire, bank pertama di Québec. Bentuknya seperti rumah. Memasuki halamanya, seorang gadis pemain biola mempersilahkan saya masuk ke dalam rumah itu, lalu melanjutkan permainan biolanya. Seperti bank pada masa sekarang, terdapat loket transaksi dan di balik loketnya terdapat peralatan kantor yaitu mesin ketik dan pesawat telepon. Bentuknya masih sangat sederhana.
Sebuah bangunan bercat putih dengan bunga warna warni yang terhampar di halaman tampak anggun. Ini adalah rekonstruksi gereja St-Fréderic yang dibangun pada tahun 1822. Di sisi gereja terdapat ruang sakristi, yaitu tempat untuk menyimpan perlengkapan misa. Memasuki sebuah sekolah, jadwal mata pelajaran di tulis di papan tulis dengan menggunakan kapur. Menjadi seorang guru pada masa itu tidak mudah. Pada sebuah papan di dinding, dituliskan peraturan kerja selama kontrak, di antaranya tidak boleh menikah selama kontrak, harus selalu berada di sekolah, dan tinggal di sekolah serta dibatasi untuk bepergian. Memang, banyak hal menarik yang bisa kita ketahui di tempat ini. Seperti, saat mengunjungi kedai yang menjual barang-barang keperluan rumah tangga, saya baru tahu kalau pada masa lalu, toko semacam ini juga memberikan layanan sebagai kantor pos. Sementara di Moulin, saya jadi tahu kalau penggergajian kayu dulu ternyata menggunakan tenaga air. Di sebuah rumah tempat yang menyimpan berbagai koleksi lampu kuno dan antik, saya menemukan ternyata petromaks yang biasa digunakan di Indonesia jika mati lampu, juga dipakai di Québec dulu.
- Ditempuh 2 jam dengan kendaraan pribadi dari kota St-Hippolyte di Québec, sekitar 1 jam dari Montréal.
- Tiket masuk 20 dolar Canada (Rp220.000).
- Kendaraan mengelilingi Ville d’Antan 3,5 dolar Canada (Rp396.000) per orang. Kuda poni mengelilingi area seputar desa 2 dolar Canada (22.000) per anak.
- Foto mengenakan baju tradisional di Atelier du Photographie 5 dolar Canada (Rp56.000) per orang.
Upper Canada Village, Ontario
Bertamu Ke Rumah Pertanian
Seperti ketagihan mengintip kehidupan masa lalu, saya mengunjungi Upper Canada Village (UCV) di Morrisburg, bagian timur Ontario, propinsi tetangga Québec. UCV yang berstatus museum ini lebih mirip perkampungan karena terdiri dari 40 bangunan di areal tanah seluas 62 hektar. Berbeda dengan Village d’Antan, di sini pemandu dan semua informasi menggunakan bahasa Inggris. Suasana abad 19 sangat terasa saat saya bertemu kereta kuda dan sekelompok orang-orang berjalan beriringan dengan gaun katun panjang dan topi kecil. Berbekal peta yang diberikan oleh petugas kasir, saya mulai penjelajahan dengan mengunjungi Christ Church.
Gereja ini dibangun oleh Adam Dixson, seorang pemilik pabrik dari desa kecil Moulinette. Ia membangun gereja bercat putih ini dan memberikannya kepada jemaat Anglikan setempat (Episkopal). Bangunan megah ini dibangun antara tahun 1836-1837 dan dipindah ke UCV tahun 1957.
Saya melangkahkan kaki memasuki bangunan Crysler Hall yang dikeliling banyak pohon, Suasana terasa teduh. Gedung ini dulunya milik tuan tanah yang kaya, John Pliny Crysler seorang anggota Legislative Assembly Justice of the Peace & County Registrar. Gedung ini dibangun antara tahun 1846-1848, dan letaknya di tepi sungai daerah Dundas, sekitar 4 kilometer dari UCV. Pada tahun 1956, gedung tersebut diambil alih dan direkonstruksi oleh UCV. Di gedung ini bisa ditemukan kaca jendela patri yang spektakuler, termasuk yang pernah menghiasi Gereja Anglikan St-John of Crysler di Ontario. Kaca jendela tersebut dicat dan diproduksi oleh J.P. Wiser of Prescitt di Ontario.
Selanjutnya, rumah penjahit baju. Wanita penjahit baju di rumah tersebut menuturkan bahwa pada saat itu penjahit menjahit secara manual karena harga mesin jahit sangat mahal. Jika mereka menerima pesanan, biasanya mereka bekerja 10-12 jam sehari selama 4 hari untuk menyelesaikan sebuah baju. Benar-benar suatu kerja keras hanya untuk menyelesaikan sebuah baju.
Tak jauh dari rumah penjahit, terdapat sebuah bangunan yang disebut Loucks Farm House. Rumah batu yang besar ini dibangun oleh Kapten John Loucks di tepi sungai St. Lawrence, sekitar 5 kilometer dari UCV. Gaya arsitektur dengan detailsnya mencerminkan bangunan ini dibangun pada tahun 1850-an. Dipindahkan ke UCV pada tahun 1957 dan dikembalikan fungsinya sebagai rumah sesuai aslinya. Rumah tersebut mencerminkan kemakmuran peternak pada tahun 1860an.Tentu saja tidak semua penduduk desa makmur dan memiliki rumah yang bagus seperti Loucks Farm House. Tenant Farm House misalnya. Rumah ini dulunya berada di 366 Queen Street, Kingston sekitar 138 kilometer dari UCV. Pada tahun 1958 UCV membongkar dan memperbaiki rumah tersebut sehingga sesuai dengan arsitektur bangunan abad 19. Seperti kebanyakan rumah pertanian pada tahun 1860-an, rumah tersebut disewakan kepada para petani oleh tuan tanah. Mereka membayar sewa rumah dari hasil panen yang diperoleh pada saat itu, jika panen gagal, mereka akan membayar pada saat panen berikutnya.
Saya menemukan kantor percetakan yang memproduksi surat kabar lengkap dengan berita lokal berupa iklan, kolom sastra, info-info pertanian dan berita mancanegara yang disalin dari telegraf dan surat kabar lainnya. Bangunan ini awalnya hanya sebuah toko di Sandringham, sebuah desa kecil di Roxborough yg letaknya di sebelah utara Cornwall. Diperkirakan berasal dari pertengahan tahun 1850-an, kantor percetakan ini diresmikan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1976.
Di sini saya juga belajar seluk beluk pekerjaan seorang pandai besi pada masa itu. Workshop pandai besi dari kota kecil Lancaster di daerah Glengarry, sekitar 70 kilometer sebelah timur UCV sengaja dihadirkan. Keluarga Bourbonnais menjual workshop beserta isinya ke UCV pada tahun 1959. Di workshop ini memperlihatkan bagaimana kegiatan pandai besi pada tahun 1860-an. Pada saat itu seorang pandai besi selain membuat kereta kuda juga memperbaiki kereta kuda.
Untuk memperoleh tepung, penduduk desa dan toko roti mendapatkannya dari pabrik tepung Bellamy yang menggunakan tenaga turbin air atau mesin uap untuk menggiling gandum menjadi tepung. Bangunan pabrik ini terbuat dari batu, dibangun pada tahun 1821 oleh Bellamy bersaudara di North Augusta, daerah Grenville. Pada tahun 1963, interior pabrik rusak dilalap api namun pabrik segera beroperasi kembali dengan tambahan 2 mesin giling dan mesin uap yang baru. Pada awal 1980-an, pabrik dibongkar dan dibangun kembali di UCV. Sebelum mengakhiri kunjungan, saya menyempatkan diri untuk singgah di rumah pembuat sepatu. Rumah kayu kecil ini dibangun oleh John Grant yang berada di lahan pertanian di daerah selatan Martintown di daerah Glengarry. Dengan satu ruangan bawah dan loteng, rumah ini adalah tipikal rumah pada tahun 1800-an.
Sebagian kecil masyarakat di abad ke-19 bekerja di rumah untuk membuat sepatu berdasarkan pesanan pelanggan. Lantai bawah dipergunakan untuk tempat bekerja si tukang sepatu dan lantai atas sebagai tempat tinggal. Di rumah ini kita bisa melihat hasil karya sepatu buatan tukang sepatu tersebut.
Berdekatan dengan rumah tukang sepatu, ada toko tukang pateri. Toko tukang pateri ini dibangun di lokasi pada tahun 1994, berdasarkan bangunan komersial yang masih berdiri di Merrickville. Toko ini seperti toko-toko pada layaknya pada tahun 1860-an. Di toko ini kita bisa melihat hasil karya tukang pateri berupa alat-alat rumah tangga yang biasa digunakan, misalnya loyang kue, parutan, teko, alat untuk menyiram bunga dan lain-lain.
- Perjalanan sekitar 30 menit dari Brockville, atau 4 jam dari Toronto.
- Tiket masuk 15 dolar Canada (Rp170.000)
- Anda bisa memilih tur yang berdurasi 1 jam atau 2 jam sambil berjalan kaki.
- Ingin merasakan bersantap bergaya Victoria, sempatkan untuk mengunjungi restoran di Wilard’s Hotel.


