Fashion Trend
Benang Merah Kebaya Nusantara

8 Sep 2015


Kebaya mengalami perkembangan dalam kurun waktu ratusan tahun. Contoh, kebaya Belanda yang identik dengan warna putih berdetail renda. Hal itu terjadi karena meningkatkan popularitas batik van Zuylen (batik Pansellen) di Pekalongan dan batik van Franquemont (batik Prankemon) di Surabaya, yang menjadi pilihan busana wanita Belanda kala itu.

Besarnya pengaruh budaya Cina peranakan atau babah turut menyemarakkan perkembangan kebaya. Majunya batik Cina peranakan, salah satunya batik Oey Soe Tjoen yang diproduksi di Kedungwuni, mungkin menjadi salah satu pemicu munculnya kebaya encim yang ditandai dengan sentuhan warna-warna kalem dan detail sulaman tangan.

Kebaya memang berkembang sesuai asimilasi budaya setempat. Di daerah yang menjadi sentra penyiaran agama Islam, kebaya hadir dengan siluet yang lebih longgar dan berpotongan panjang. Sementara di daerah lain, muncul kebaya yang siluetnya pas di badan atau bermodel lengan volume. Karena itulah, tiap daerah di Nusantara memiliki nama yang berbeda untuk kebaya. Ada yang menyebutnya bajee plah dada, kebaya panjang, kebaya pendek, kebaya labuh, tangkong kebaya, kebayou, kebaya wuyang, baju kustim, dan masih banyak lagi.

Meski berbeda, kebaya-kebaya tersebut memiliki ‘benang merah’ yang sama, yakni siluet yang simpel, bukaan di bagian depan, serta panjang yang bervariasi, mulai dari pinggul hingga paha. (f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?