Fashion Trend
Barang Bermerek = Investasi

3 Jul 2015

Ketika berurusan dengan merek-merek besar, seperti Hermes atau Chanel, nilai investasi tas-tas bermerek ini bisa dikatakan tidak kalah dengan emas. Harga tas-tas tersebut justru naik di tahun-tahun berikutnya. Untuk itu, banyak wanita rela merogoh kocek yang dalam untuk membeli tas dengan harga bombastis, dengan harapan dapat dijual kembali dengan keuntungan berlipat ganda di masa depan.
   
“Harga tas tertentu akan tetap tinggi bila ada ‘cerita’-nya,” ungkap Amalia E. Maulana, Ph,D. Brand Consultant and Ethnographer. Ketika atribut tertentu dipakai oleh selebritis dengan banyak penggemar, maka atribut tersebut memiliki nilai cerita yang menjual dan  makin menarik orang untuk membelinya. Tak hanya itu,  makin banyak wanita yang memakai merek tertentu,  makin tinggi nilai jual merek tersebut. Wajar jika Louis Vuitton, Chanel, dan Hermes memiliki posisi superior yang  konsisten di kalangan merek lainnya.
   
Kondisi ekonomi yang tak stabil juga punya pengaruh terhadap penjualan barang second. “Lebih baik membeli tas second yang baru satu kali pakai daripada brand new dengan rentang harga yang sangat jauh,” begitu salah satu alasan dari Nadia Rachel tentang bisnis barang second yang kini ia jalani.  
   
Walaupun demikian, tidak semua merek memiliki nilai jual tinggi saat dijual lagi. Tak jarang merek populer di suatu masa dan menghilang dalam jangka waktu singkat. Penggemar barang bermerek sebaiknya memperhatikan merek-merek klasik yang long lasting dan tak merugikan bila dijual kembali. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?