Selepas magrib, femina tiba di kedai kecil dengan properti tradisional Yogya. Masih belum ramai memang, namun menjelang pukul 7 malam, satu per satu tamu mulai berdatangan dan memenuhi kedai bernama BJB ini. Suasana bertambah ramai ketika alunan gending (lagu) Jawa mulai dilantunkan. Sambil menikmati alunan gending, femina mulai mencicipi bakmi godok (rebus) Kuahnya terasa gurih alami dari hasil rebusan tulang ayam kampung. Tambahan telur bebek pada kaldu tidak membuat kuahnya terasa anyir. Ditambah suwiran ayam kampung, cita rasa bakmi makin terasa nikmat. Ingin terasa lebih pedas? Mudah saja, tambahkan potongan cabai rawit yang tersedia di meja.
Untuk menambah mewah rasa bakmi, femina minta tambahan hati ampela ayam yang sudah diungkep dan digoreng. Pilihan lainnya, ada brutu (ekor ayam), sayap ayam, atau kepala ayam. Makin banyak pelengkapnya, harganya pun makin bertambah tentunya. Tapi, tenang saja, dijamin tidak sampai membuat kocek kering!
Selain sepiring bakmi, boleh juga memesan nasi ruwet. Nasi ini dicampur dengan mi yang digoreng hingga ngeprul. Disantap bersama suwiran ayam goreng dan telur dadar, membuat sajian ini sedikit lebih kaya rasa.
Sebagai penghangat sekaligus teman minum bersantap, pesan saja segelas wedang ronde. Aroma jahe yang kuat, dengan ronde (adonan dari tepung ketan berisi kacang tanah) yang melimpah membuat santap malam kala cuaca dingin itu makin mantap. (BLI)
Lokasi: BJB (Bakmi Jogja), Jl. H. Nawi Raya No.2, Jakarta. Telp: (021) 724 6011. Jam buka: Pukul 10.00 – 22.00 WIB (Senin tutup). Harga*): Makanan: Rp17.500 – Rp25.000, Minuman: Rp5.000 – Rp15.000. Suasana: Rumah modern dengan properti tradisional Yogyakarta.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
FOTO: MI


