Career
Bahasa Bukan Kendala

6 Nov 2011

Penguasaan bahasa asing, setidaknya bahasa Inggris, di beberapa linie menjadi satu keharusan. Namun apa jadinya jika kita malah kewalahan saat ditawarkan posisi yang lebih tinggi dengan keharusan membuat laporan dalam bahasa Inggris?  Walaupun sudah berusaha, kita tetap tertatih-tatih mengerjakannya dan merasa kemampuan bahasa Inggris kita jauh di bawah rata-rata. Sempat terpikir untuk langsung menghadap ke atasan untuk kembali ke posisi semula dan bahkan rela kontrak tidak diperpanjang. Bijaksana atau tidak ya keputusan ini?

Menurut Sylvina Savitri dari Experd, perusahaan pasti mempunyai alasan mengapa kita didudukkan pada posisi ini. Bila orang lain bisa melihat kekuatan ini, semestinya kita pun demikian, dan membuat kita lebih percaya diri menghadapi tantangan di pekerjaan yang baru.

Tuntutan global dan kendala bahasa memang sekarang menjadi tantangan di banyak perusahaan. Banyak tenaga ekspatriat yang tidak bisa berbahasa Inggris (misalnya orang Jepang atau Korea) dan harus memimpin perusahaan dengan ribuan orang.

Dalam situasi kerja baru, tiga  bulan pertama menjadi masa adaptasi, sekaligus masa penilaian kinerja kita. Jangan pikirkan gagal, pikirkan saja untuk melakukan hal yang terbaik. Fokus pada hal yang menjadi keahlian. Tunjukkan bahwa kita telah berusaha memperbaiki keterampilan bahasa yang belum prima. Tampil percaya diri dan kembangkan sisi self-esteem kita. Banyak orang yang tidak punya keahlian, tapi tetap percaya diri. Rasa percaya diri inilah yang akan mendorong kita untuk mampu membuat kemajuan. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?