Food Review
Bahagia lewat Pannacotta

5 Feb 2014

Ketik kata Pannacotta Etc di situs pencari Google. Akan ada sederet ulasan positif dari blog pelanggan. Ada juga foto panna cotta, lengkap dengan kemasan catchy, seliweran di media sosial. Bisnis asuhan Ian Hendarto ini memang sudah besar terlebih dahulu  di dunia maya sejak tahun 2011 lalu.

Kala itu, keterbatasan sesi tatap muka dengan pembeli tak menyurutkan pesanan yang tiap hari datang lewat telepon. Bila dihitung-hitung, dalam sebulan Ian bisa membuat 3.000 panna cotta. Resep laris manisnya, Ian rajin utak-atik rasa saus dan panna cotta. Penyegaran bagi lidah orang Jakarta yang gemar mencicipi rasa baru.

November 2013 lalu, sebuah ‘butik’ panna cotta pun diwujudkan sebagai wadah reuni dengan pelanggannya. Kelima temannya dengan profesi berbeda: Christina Shen, Maro Tane, Patty Tumewu, Becky Tumewu, Marcello Sidharta, dan Yenny Mulianto, bergabung untuk saling melengkapi dalam membangun usaha ini.
   
Bila Anda belum pernah mencicipi sebelumnya, saran femina, pilih Infatuation,  dengan rasa klasik panna cotta vanilla berteman saus butterscotch. Bisa dibilang, ini langkah awal menilai racikan pria yang tidak pernah sekolah memasak ini. Gurih manis dari sausnya ‘menghidupkan’ rasa panna cotta lembut yang manisnya kalem.
   
Pesan juga Pannacotta Affogato yang hanya bisa dimakan di tempat. Es krim yang biasanya bertengger di tengah espresso, diganti dengan panna cotta vanilla. Sebelum pulang, femina sengaja membungkus Confession (Double Chocolate) dan Seduction (Banana with Hazelnut Choco), untuk kerabat. Menurut Ian, begini cara membahagiakan orang lain, seperti tagline-nya: The Happiness Begins Here. (AN)    

Alamat: Pacific Place, lantai 4, Unit 63. JL. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53 Jakarta Selatan. Telp: (021) 57973540.
Jam buka: 10.00-10.00 WIB.
Harga*): Rp22.000–Rp45.000.
Suasana: Dinding putihnya berhias quote menarik dalam warna pastel.

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.

FOTO: DOK. PANNACOTTA ETC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?