Coba diingat-ingat, saat usia Anda masih 20-an, seberapa sering Anda merasa pegal-pegal? Mungkin tidak sesering ketika usia Anda sudah memasuki 30 tahun. Faktanya, dimulai pada usia 30 tahun, massa otot tubuh mengalami penurunan dan lemaknya bertambah, sehingga massa otot tubuh yang tersisa harus bekerja lebih keras untuk menopang bobot tubuh dan beban aktivitas yang Anda lakukan. Karena bekerja lebih keras, otot tubuh kita pun mengalami kontraksi. Tak heran jika Anda bergerak lebih aktif sedikit saja, tubuh langsung terasa pegal-pegal. Di usia ini, status hormonal tubuh juga mengalami gangguan akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi gangguan hormonal ini juga bisa diperparah oleh faktor eksternal, seperti konsumsi pil kontrasepsi, gaya hidup tidak sehat, dan juga stres. “Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang berfungsi melindungi tubuh dari kondisi yang abnormal yang dianggap mungkin berbahaya bagi tubuh. Tapi, pelepasan hormon kortisol bisa mengakibatkan terjadinya proses metabolisme tubuh dan mempercepat penyusutan tulang,” ujar dr. Phaidon.
Masalah lainnya, peningkatan hormon kortisol yang berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan. “Pada orang yang kelebihan berat badan dan metabolisme tubuhnya terganggu, kemampuan tubuh untuk memulihkan dirinya sendiri pun menjadi menurun. Sehingga, jika tubuh terasa pegal-pegal, rasa pegal itu akan sulit hilang,” lanjutnya.
Jadi, jangan heran jika sebelum usia 30 tahun Anda tidak pernah pegal-pegal, tapi saat menginjak usia 30 Anda mulai merasa sering pegal-pegal. Bisa dipastikan, hal itu disebabkan oleh komplikasi penuaan dan gaya hidup. (f)
Taukah Anda cara agar tubuh sehat alami setiap hari. Ikuti tip berikut ini!


