Reviews
Aisyah, The True Beauty

15 Sep 2013

History is a ‘his story’, not ‘her story’. Sejarah, termasuk sejarah keagamaan, kerap didominasi nama kaum pria. Hal ini menimbulkan kesan seolah peran wanita ‘dihilangkan’. Padahal, barangkali sejarah akan tertulis jauh berbeda jika wanita-wanita ini tak ada.

Aisyah adalah wanita yang terpuji, sekaligus sosok yang paling manusiawi. Dalam buku ini, penulis menggambarkan Aisyah sesuai fitrahnya, tanpa mendewakan atau mengurangi ketangguhannya.

Seperti wanita umumnya, ia pernah cemburu, marah, manja, ataupun tidak teliti. Tapi di saat lain, ia tampil sebagai wanita yang kuat, cerdas, penyabar, pemberani, dan murah hati. Ia tidak sempurna, tapi berusaha sekuat tenaga menjadi pendamping dan penerus ajaran Nabi Muhammad.
 
Saat bersama dengan Aisyah, Nabi Muhammad digambarkan sebagai sosok yang juga sangat manusiawi. Konon, beliau paling senang ketika berada di rumah bersama Aisyah. Ia juga tak segan menyebut Aisyah sebagai istri yang paling dikasihinya. Ini sempat membuat istri-istri lainnya cemburu.

Namun, Nabi Muhammad membelanya dengan berkata, “Sesungguhnya, wahyu tidak datang kepadaku ketika aku berada di selimut seorang istri, melainkan pada Aisyah.” Hari-hari menjelang sakit dan wafatnya, di pangkuan Aisyahlah Nabi Muhammad berbaring.
 
Ingatannya yang cemerlang juga membuatnya menjadi satu-satunya wanita perawi yang telah meriwayatkan 2.210 hadis sepanjang hidupnya. Kedekatannya dengan Nabi Muhammad, serta ijtihadnya yang rasional dan logis membuatnya digelari Ummul Mukminin, ibu dari orang-orang yang percaya dan berserah.

Selepas kematian Nabi, kajiannya menjadi rujukan bagi kaum muslimin untuk belajar tentang hal-hal yang belum mereka pahami. Tak jarang, ia mengeluarkan fatwa yang berpihak pada kaum wanita. Biografi yang ditulis oleh ulama besar India ini merupakan salah satu buku biografi Aisyah yang paling lengkap hingga saat ini.


LUCIA PRIANDARINI (KONTRIBUTOR - Jakarta)
FOTO: DOK. FEMINA GROUP


 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?