Air merupakan salah satu komponen kehidupan yang penting bagi manusia. Sementara di kota besar seperti Jakarta salah satu sumber penghidupan bagi warganya, justru tercemar berat. Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) memiliki data sebanyak 13 sungai yang mengalir di Jakarta, ternyata sudah tercemar berat. “Sekitar 70 persen air di Jakarta tercemar oleh limbah domestik seperti sampah dan air kotor dari rumah-rumah penduduk dan sisanya dari kegiatan lain dan industri”, ungkap Rusman Sagala, Kepala Bidang Pelestarian dan Tata Ruang Lingkungan BPLHD DKI Jakarta membuka Water Discussion yang bertajuk dialog dari hulu ke hilir, Rabu(13/6)
“Ketika berbicara tentang ketahanan air kita masih jauh dari baik, walaupun dari kuantitas kita banyak, dan satu satunya air di jakarta yang aman ialah air tanah dalam, itu juga bukan yang sifatnya untuk dieksploitasi tapi tetap harus dikendalikan pengambilannya supaya tidak terjadi penurunan tanah secara cepat”, tambahnya
Sebanyak 600 ton sampah per harinya ada di sungai ciliwung. Saat ini sekitar 53 persen warga Jakarta bergantung pada air tanah, sedangkan 47 persen beralih ke pipa yang bahan bakunya tak juga dalam kondisi baik.
Muhammad Reza, Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air (KRUHA), menjelaskan bahwa harus ada kerja sama antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. Pada dasarnya inisiatif masyarakat sudah baik, tapi memang tugas berat ada pada pemerintah salah satunya ialah sebagai pengontrol. Air adalah HAM, sehingga ini merupakan tanggung jawab negara yang di delegasikan kepada Gurbernur.
Terkait dengan masalah tersebut maka HSBC Water Beyond Blue mengadakan Water Festival yang akan diselenggarakan di Pantai Indah Ancol pada 24 Juni 2012. Acara ini menawarkan edukasi, eksibisi, dan entertainment seputar konservasi air bersama komunitas yang mewakili hulu–hilir Jakarta.
“Water Festival bertujuan untuk memberikan informasi tentang pentingnya air bagi kehidupan, karena tidak sedikit daerah yang susah untuk mendapatkan air bersih. Untuk itu acara ini selain memberikan informasi kepada masyarakat juga paling tidak memberikan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada air,”ujar Nuni Sutyoko, Vice President Group Communication & Corporate Sustainability HSBC
Sera Mirsa




