Sebagai desainer tas, Etienne Aigner mengawali kiprahnya di panggung haute couture Paris di tahun 1930. The horseshoe -A logo yang menjadi ikon kebanggaan dari brand asal Munich, Jerman, ini digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1950-an, saat ia mempresentasikan karyanya di Kota New York, Amerika Serikat.
Kemudian, logo yang terinspirasi dari bentuk tapal kuda dan huruf A sebagai inisial dari nama Aigner ini terus bersinar di sepanjang tahun ‘60-an. Bahkan, saat Aigner mengembangkan lini produk yang ada di tahun 1990, mulai dari perhiasan, kacamata, hingga jam tangan, the horseshoe -A buckle ikut hadir dengan ukuran yang mungil, menyesuaikan ukuran produknya.
Tahun 2010, Christian Beck, Art Director and Head of Design Leather & Accessories Aigner, mulai merancang produk yang terinspirasi dari berbagai produk lawas. Christian ingin mewujudkan garis rancangan yang klasik dan tak lekang oleh waktu. Tak lupa, aplikasi the horseshoe -A logo dan material kulit berwarna chianti-red yang khas kembali berunjuk gigi. Sedangkan pada koleksi spring 2014 muncul inovasi dari aplikasi the horseshoe -A logo yang tampil ekstra besar pada oversize clutch.
Pada koleksi spring & summer 2015, sederet koleksi bertajuk Iconic hadir memeriahkan ulang tahun rumah mode Aigner ke-50, seperti Cybill Bag dan Saddle Bag. Uniknya, selama masa perayaan ulang tahun Aigner ini, pada permukaan the horseshoe -A logo metal akan ditambahkan ukiran angka 50. Dengan begitu, para konsumen setia pun dapat ikut merasakan perayaan bersejarah ini.
ADINDA TRI WARDHANI


