Istilah afternoon tea kerap digunakan bergantian dengan high tea, walau keduanya adalah dua hal yang berbeda. Afternoon tea adalah kebiasaan minum teh sore hari yang dikenalkan oleh putri bangsawan Inggris bergelar Duchess of Bedford pada abad ke-17. “Saat itu teh baru masuk ke Inggris dan seketika populer di kalangan bangsawan. Maka, teh pun dipilih sebagai minuman ‘teman ngobrol’ di antara jam makan siang dan makan malam keluarga kerajaan,” ungkap ahli teh, Ratna Somantri, di tengah acara Personal Enrichment Workshop: Afternoon Tea Etiquette di Gran Meliá Jakarta. Bisa tercipta persepsi bahwa afternoon tea lebih mengutamakan lifestyle atau gaya hidupnya ketimbang cita rasa teh itu sendiri.
Lazimnya, afternoon tea dilakukan pada pukul 3 hingga 4 sore. Ratna mengingatkan, saat afternoon tea sebaiknya perut tidak sampai terlalu kekenyangan, mengingat masih adanya waktu makan malam.
Peralatan yang digunakan dipilih yang elegan, terdiri atas tea set untuk menyajikan minuman teh dan cake tier stand berisi kue-kue kecil seperti mini sandwich atau mini tart. Pada cangkir, motif floral maupun kupu-kupu begitu khas, personifikasi suasana sore yang cerah di kebun musim panas.
Berbanding terbalik dengan afternoon tea yang menjadi acara wanita berkelas, istilah high tea ditujukan pada kebiasaan minum teh pekerja pabrik di Inggris. Di abad ke-18, di masa Revolusi Industri, bermunculan pabrik-pabrik di mana pekerjanya pulang sekitar pukul 4 hingga 5 sore dalam kondisi lapar.
“Saat itu, budaya minum teh memang sudah populer. Para pekerja tak ingin ketinggalan menikmatinya dengan minum teh, namun ditemani makanan yang lebih berat, seperti meat pie, untuk mengatasi rasa lapar setelah bekerja,” sambungnya. Tampilan penyajiannya juga lebih sederhana. Dan, karena sudah mengenyangkan, maka kebiasaan ini tidak dilanjutkan dengan makan malam.
Istilah ‘high’ merujuk pada meja makan yang digunakan untuk menikmati teh dan makan berat, berbeda dengan meja rendah di teras aftenoon tea. Kebanyakan awam mengira high tea juga adalah afternoon tea karena salah kaprah memaknai ‘high’ sebagai kemewahan atau sesuatu yang fine khas afternoon tea. (f)


