Trending Topic
Tanpa Lee Yong-dae di All England Open 2017, Mungkinkah Ganda Putra Indonesia Akan Juara?

8 Mar 2017


Foto: badmintonindonesia.org

Turnamen bulu tangkis bergengsi All England Open kembali digelar. Sebanyak 23 pebulu tangkis Indonesia pun akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara di turnamen yang berlangsung di Barclaycard Arena, Birmingham, 7-12 Maret ini. Menurut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti, Indonesia menargetkan minimal satu gelar juara seperti yang diraih ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto di tahun 2016.
 
“Target kami minimal bisa mempertahankan satu gelar seperti tahun lalu. Namun kami maunya semua sektor ada peningkatan. Mudah-mudahan hasilnya bukan cuma satu, tapi bisa dua,” ujar Susy seperti yang dikutip dari badmintonindonesia.org.
 
Tahun lalu Praveen/Debby menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang merebut gelar juara. Di final mereka mengalahkan ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan skor 21-12, 21-17. Sebelumnya di babak semifinal, ganda campuran peringkat lima dunia ini mengalahkan ganda terkuat dunia asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
 
Melihat prestasi keduanya, merupakan hal yang wajar jika PBSI mengharapkan ganda campuran Indonesia kembali bersinar. Apalagi di perhelatan lima tahun terakhir All England, pemain kita empat kali juara. Sebelum Praveen/Debby juara di 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi yang terbaik di tiga tahun berturut-turut (2012-2014). Hanya pemain Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang berhasil menembus dominasi Indonesia di tahun 2015.
 
Selain ganda campuran, ganda putra juga menjadi sektor yang diandalkan Indonesia. Ganda putra peringkat lima dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjadi tumpuan. Tahun lalu, Kevin/Marcus meraih empat gelar juara, yaitu Malaysia Open GP Gold, India Open Super Series, Australia Open Super Series, dan China Open Super Series Premier. Mereka pun diharapkan bisa memperoleh gelar All England pertama mereka. Terakhir, Indonesia menjuarai ganda putra All England melalui Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di tahun 2014.
 
Peluang Kevin/Marcus terbuka lebih lebar karena para pemain Korea yang sering menjadi momok bagi Indonesia tidak berpartisipasi. Setelah mundurnya bintang Korea, Lee Yong-dae, dari tim nasional, disusul dengan pemain lainnya seperti Ko Sung-hyun, Shin Baek-chol, dan Kim Sa-rang, otomatis tidak ada pemain top Korea yang memenuhi kualifikasi untuk bermain di All England.  
 
Untuk partai tunggal putra, Indonesia tidak terlalu berharap banyak. Apalagi, nih, salah satu pemain muda andalan kita, Jonatan Christie, sakit sehingga tidak diberangkatkan. Hasilnya, tunggal putra hanya mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting dan dua pemain veteran, Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro. Partai tunggal putri dan ganda putri juga diberi beban yang lebih ringan, namun diharapkan dapat membuat kejutan.
 
“Di semua sektor persiapannya pasti lebih, karena All England salah satu target utama. Intinya ini salah satu turnamen penting, tiap sektor tetap pasang target tapi tetap realistis,” tambah Susy.
 
Semoga Indonesia bisa bertahan hingga babak akhir dan meraih gelar juara! (f)
 
Baca juga:
Di Tengah Cedera Lutut, Liliyana Natsir Menjuarai Hong Kong Open 2016 Super Series Bersama Tontowi Ahmad
Setelah Medali Emas Olimpiade Rio, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Kembali Bersinar di China Open 2016 Super Series Premier
Setelah Penantian 8 Tahun, Liliyana Natsir Akhirnya Meraih Medali Emas Olimpiade Rio 2016 Bersama Tontowi Ahmad


Topic

#bulutangkis

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?