
Foto: Pixabay, Twitter
Gempa bumi berkekuatan pada hari Selasa (23/1), pukul 13.34 WIB, di Kabupaten Lebak, Banten, cukup menjadi perhatian masyarakat. Berkekuatan 6.1 SR, gempa bumi tersebut terasa hingga ke provinsi Banten sekitarnya, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, bahkan Jawa Tengah. Ratusan rumah dari Lebak, Bogor, hingga Cianjur mengalami kerusakan. Masyarakat, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Tangerang, yang berada di bangunan tinggi, perkantoran, apartemen, dan hotel berhamburan keluar bangunan karena panik. Kepanikan ini pun dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menyebarkan berita palsu atau hoax.
Tidak lama setelah gempa tersebut, muncul berbagai hoax mengenai gempa tersebut yang rata-rata menyebar melalui grup chat (WhatsApp grup). Jika mendapat berita terkait suatu peristiwa dan belum diketahui atau diragukan kebenarannya, ada baiknya untuk mencari dulu kebenarannya sebelum menyebarkan. Terutama saja, hingga siang tadi, Rabu (24/1), seperti dilaporkan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih terjadi gempa susulan di Lebak, Banten. Gempa berkekuatan 5.1 SR terjadi pukul 13.32 WIB dan pusat gempanya di laut 72 km Barat Daya Lebak. Kompas.com menyebutkan pernyataan Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, bahwa sebanyak 46 gempa susulan telah terjadi sejak gempa kemarin siang.
Institusi-institusi resmi yang mengurusi hal tersebut, seperti BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini telah aktif di media sosial, sehingga masyarakat bisa mudah cek kebenaran suatu berita. Untuk berita bencana, secara umum bisa cek melihat kebenarannya di akun Twitter resmi @infoBMKG, @BNPB, dan akun Kapusdatin Humas BNPB @Sutopo_PN. Dengan demikian, bisa lebih pasti menentukan langkah menghadapi bencana yang ada.
Berikut beberapa kabar hoax yang sempat beredar di masyarakat:
(Klik page di bawah untuk melihatnya)
Topic
#gempabumi, #GempaLebak, #gempa, #hoax




