Foto: shutterstockWabah COVID-19 selain makin meluas, mendekati pandemik. Eropa, Timur Tengah, dan Amerika kini juga telah mengkonfirmasi pasien positif COVID-19. Hingga 28 Februari 2020, 56 negara telah melaporkan kasus COVID-19.
Para ahli terus meneliti dan menemukan fakta baru tentang virus yang telah merenggut lebih dari 2800 orang dalam dua bulan ini.
# Pasien yang telah dinyatakan sembuh masih bisa menularkan virus
Pihak berwenang di Wuhan mengumumkan diberlakukannya karantina wajib selama 14 hari bagi pasien virus corona yang telah sembuh. Kebijakan ini diambil setelah sejumlah pasien yang telah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan pulih, kembali terkonfirmasi positif virus corona COVID-19. Tak hanya itu, kemungkinan pasien juga bisa kembali sakit. Di Jepang seorang wanita yang telah diperbolehkan pulang pada awal Februari kembali ke rumah sakit karena sesak napas dan positif COVID-19.
Di Tiongkok pasien dapat keluar dari rumah sakit setelah suhu tubuh yang kembali normal selama lebih dari tiga hari, pernapasan membaik secara signifikan, perbaikan signifikan pada paru-paru yang dibuktikan lewat pencitraan CAT dada, serta hasil negatif dalam uji asam nukleat pada setidaknya dalam satu hari yang berbeda.
# Banyak pihak berusaha menemukan obat dan vaksinnya
Tak hanya Tiongkok, berbagai negara berusaha menemukan obat untuk melawan virus SARS-CoV-2 ini. Di Thailand diuji coba kombinasi obat yang kabarnya efektif. Obat malaria dan obat HIV juga dicoba untuk melawan.
Perusahaan bioteknologi Gilead Sciences awal Maret ini bahkan siap menguji obat antivirus remdesivir pada sekitar seribu pasien di penjuru Asia, juga pasien yang dikarantina di Nebraska Amerika Serikat. Remdesver telah diuji coba di Wuhan, Tiongkok.
Selain obat, banyak intitusi juga berusaha menemukan vaksinnya, antara lain University of Queensland serta Melbourne's Doherty Institute dan CSIRO. Perusahaan bioteknologi Amerika Moderna bahkan menyatakan siap melakukan uji klinis pada manusia vaksin yang disebut mRNA-1273 April mendatang.
Perlu diingat, jika semua pengujian lancar pun vaksin kemungkinan tidak bisa segera diproduksi massal. WHO mengatakan kemungkinan masih diperlu waktu 18 bulan hingga vaksin untuk melawan corona virus tersedia untuk umum. Ini termasuk cepat. Biasanya butuh waktu dua hingga lima tahun untuk membuat vaksin. Kerjasama internasional akan membuat jalan memerangi virus ini lebih cepat. (f)
Baca Juga:
4 Negara Baru Umumkan Wabah Korona Hanya dalam Waktu Sehari
Kerjasama PB IDI Dengan Tekmed Untuk Cegah Wabah Covid-19
Perlindungan Ekstra di Tengah Wabah Global Virus Korona COVID-19
Topic
#corona, #covid19, #vaksin, #coronavirus


