Foto: freepikFenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dan terik dibanding tahun lalu. Puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2019.
Tak hanya membuat mudah haus dan tubuh cepat lelah, cuaca terik tanpa hujan yang berlangsung lama, ikut meningkatkan tingkat polusi. Saat hujan turun biasanya partikel di udara ikut 'tercuci', tanpa hujan udara kota besar seperti Jakarta akan semakin bikin sesak. Udara di dalam ruangan pun akan terasa makin gerah. Tanaman kesayangan pun mudah layu. Sebagai antisipasi, lakukan beberapa hal berikut:
1/ Kenakan Masker
Sebisa mungkin kenakan masker penutup mulut dan hidung saat berada di jalan. Ajarkan anak Anda untuk mengenakannya juga secara benar. Anak-anak memiliki faktor risiko yang membuat mereka lebih rentan terpapar polusi. Pastikan Anda menutup hidung dan mulut secara benar dan mengenakan masker yang bersih.
Foto: freepik2/ Baju Putih
Warna putih akan memantulkan cahaya lebih banyak ketimbang warna lain. Sebaliknya warna hitam menyerap panas lebih banyak. Maka tak heran kalau memakai baju hitam akan terasa lebih gerah. Topi di siang hari juga akan membantu melindungi rambut dan mengurangi paparan panas di kepala yang sering membuat pusing. Tak hanya baju, Anda juga bisa menerapkan warna putih ini pada alas tidur, tirai, dan cat dinding.
Topic
#kemarau, #musimkemarau


