
Foto: Fotosearch
Menemukan wajah lebih sering jerawatan semenjak sering naik ojek? Anda bisa menjadikan polusi udara sebagai biang keladinya. ”Belum lagi sinar matahari yang terik dan asap rokok. Semua itu menyumbang radikal bebas yang membuat kulit lebih mudah bermasalah,” ujar dr. Gloria Novelita,SpKK, dalam talkshow Plasmacluster High Tea Party, 10 Agustus lalu di Hotel Hermitage, Jakarta.
Tak hanya memengaruhi kulit, organ terluar tubuh kita, tapi juga kesehatan saluran napas dan jantung. ”Terpapar polusi udara terus menerus akan membuat risiko penyakit PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), rhinitis, sinusitis, batuk, penurunan fungsi paru, dan inflamasi jalan napas. Bagi penderita asma akan semakin mudah kambuh,” jelas dr. Tri Damayanti Sp.P(K) Ph.D. dari Yayasan asma Indonesia.
Lebih jauh, polusi udara dapat menyebabkan kematian akibat penyakit jantung dan paru meningkat. Demikian pula angka kunjungan ke rumah sakit, dan absensi sekolah atau kerja karena sakit, akan meningkat.
Sayangnya, polusi udara tidak dapat dihindari seepenuhnya. Untuk itu dr. Gloria memberi memberi beberapa tip:
1/ Bersihkan kulit sampai benar-benar bersih.
2/ Lakukan scrub atau peeling sendiri atau ke dokter dan klinik kecantikan, minimal satu kali sebulan.
3/ Gunakan pelembap kulit.
4/ Konsumsi sumber vitamin C & E, antioksidan untuk menangkal radikal bebas.
5/ Jaga tubuh tetap terhidrasi. Jangan kurang minum.
Bagaimana dengan kesehatan kita? Usahakan seminimal mungkin berada di daerah tinggi polusi seperti daerah konstruksi bangunan, persimpangan jalan, dan jika perlu gunakan penyaring udara dalam ruangan. (f)
Topic
#TipAwetMuda


