
Belajar kembali skill-skill unik yang berkaitan dengan hobi, saat ini sedang booming. Dari mulai bertanam secara hidroponik, belajar tentang teh, meracik kopi sendiri, kerajinan tangan, memasak, dan banyak lagi lainnya. Yuk, segera mendaftar di kelas-kelas yang unik!
1/ Rumah Hidroponik Bertha Suranto
Belajar Bertanam Sayuran Secara Hidroponik
Menanam secara hidroponik itu sangat praktis dan menarik. Cara bertanam yang hemat tempat dan tidak ‘makan tanah’, semacam ini sangat cocok untuk warga urban. Bertha adalah praktisi hidroponik asal Magelang yang juga mempunyai kebun di kawasan Cibubur, Jakarta. Ia sering mengadakan pelatihan hidroponik dari satu kota ke kota, termasuk secara rutin kelasnya dibuka di Jakarta.
Dari mulai belajar memahami teori dasar hidroponik, sistem-sistem hidroponik, membuat ramuan air nutrisi, menyemai secara hidroponik, juga cara membuat modul hidroponik sederhana dari barang bekas. Satu kelas yang terdiri dari 60 orang, bisa lebih hands on dengan praktik langsung.
Biaya Rp450 ribu
Facebook: Rumah Hidroponik Bertha Suranto
2/ Natural Cooking Club & Toko Jojo Bintaro
Selain alasan kesehatan, memasak sendiri adalah aktivitas yang menyenangkan. Grup NCC adalah salah satu komunitas memasak terbesar di Indonesia. Setelah sukses berbisnis kuliner, pendirinya, Fatmah Bahalwan mendirikan komunitas sesama pehobi memasak di dunia maya yaitu milis Natural Cooking Club (NCC) di tahun 2005. Selain berbagi resep, milis juga ditujukan untuk mendapatkan pasar kursus memasak. Sejak itu, NCC secara rutin menggelar kursus memasak. Dari kelas memasak kue, siomay, hingga menu sehari-hari.
Biaya Rp350 ribu – Rp950 ribu
Facebook: Natural Cooking Club Indonesia
3/ Wewo (Weekend Workshop)
Wewo dibuat sebagai alternatif kegiatan di akhir pekan agar lebih produktif. Beberapa workshop yang pernah diadakan adalah Abidin (Asiknya Bisa Tie Dyeing), Markiblon (Mari Kita Menyablon), Babinsa (Belajar Bikin Sabun), Paquita (Paper Quilling Mantap), Mantili (Main Tanah Liat), dan sebagainya.
Biaya: Rp50 ribu – Rp350 ribu
Website: wewocraft.wordpress.com
Instagram: @wewocraft
4/ Poyeng Hobby
Kelas merajut yang berlokasi di Yogyakarta ini ada sejak tahun 2008. Ajeng Sitoresmi, sang pemilik, yang memang memiliki hobi merajut, merasa bahwa budaya merajut di Indonesia masih diidentikkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh para wanita lanjut usia. Sehingga, ia pun membuka kelas belajar merajut gratis untuk menarik minat para anak muda masa kini. Dikenal dengan jargon ‘belajar merajut gratis, tiap hari, tiap saat, tanpa syarat’, dari awal berdirinya, Poyeng memang sudah memberikan workshop belajar rajut gratis, dan masih berlangsung sampai sekarang. Anda cukup datang ke Poyeng pada jam buka saja, dan langsung bisa belajar merajut. Bahkan, membawa bahan sendiri pun boleh.
Beberapa produk yang pernah diajarkan oleh Poyeng adalah syal, gantungan tas boneka, gantungan kunci, bingkai foto, gelang, dan salah satunya adalah kalung, yang semuanya dibuat dari bahan dasar wol. Kalung berbahan dasar wol, yang saat ini sedang diminati khalayak umum, ternyata sudah sejak lama diadakan Poyeng, yaitu sejak Maret 2013.
Pelatihan yang diadakan oleh Poyeng di gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM ini diikuti peserta dari berbagai daerah. Agenda workshop di Poyeng akhirnya dijadikan sebagai salah satu agenda liburan mereka. Setelah belajar di Poyeng, para peserta bisa melanjutkan belajar secara mandiri dengan membeli perlengkapannya secara online di situs Poyeng.
Website: poyenghobby.com
IG: ajeng_poyeng
5/ Ideku Handmade
Dibangun karena kecintaan Marta Puri Natasande terhadap barang-barang handmade. Wanita yang akrab dipanggil Puwi ini juga berpikir bahwa ia ingin mengajak orang untuk membuat sendiri barang-barang keperluan pribadinya sebagai bekal membuat usaha sehingga bisa mandiri secara finansial.
Beberapa jenis workshop yang pernah diadakan Ideku Handmade di antaranya membuat kantong untuk laundry, tas, boneka, pouch, serta melukis dengan cat air.
Website: idekuhandmade.blogspot.com
IG: idekuhandmade
6/ Semasa di Kota Tua
Beragam workshop menarik bisa diikuti, seperti workshop meracik teh dari dedaunan dan rempah berkualitas, belajar gambar dan teknik mewarnai dengan pensil warna, berkreasi dengan tote bag, dan banyak lagi lainnya. Uniknya lagi, lokasi workshop diadakan di kawasan wisata kota tua. Itung-itung, belajar sambil berwisata.
Biaya: Rp.75ribu – Rp200 ribu
Instagram: @Semasadikotatua
7/ Kursus Kopi
Murid dibekali pengetahuan tanaman kopi, teori penjemuran biji kopi, hingga cara menghasilkan secangkir espresso menggunakan mesin yang tak sepenuhnya otomatis. Ini penting agar murid memahami cara mengoperasikan mesin tanpa ‘asal pencet’ sebagaimana mesin yang fully-automated. Espresso adalah basis dari banyak minuman kopi, seperti cappuccino, macchiato, dan cafe latte. Bayangkan, walau hanya 25-30 ml, espresso merupakan tetes demi tetes ekstraksi dari biji kopi yang menjadi esensi, dan belum tentu bisa dikuasai dengan mudah.
Jika sudah melalui Espresso Expert, murid diizinkan mendaftar ke kelas Creative Coffee. Di sini, espresso dan cappuccino yang telah dikuasai akan ‘berakrobat’ menjadi flavoured drink. Latte art yang lagi booming juga ada di kelas ini, diajarkan melalui teknik etching, yakni ‘melukis’ milk foam pada permukaan cappuccino dengan alat bentuk pena. Teknik lainnya adalah free pouring, di mana milk foam dituang langsung dari stainless steel jug, ke dalam gerakan tuang yang luwes demi mencapai motif tertentu.
Biaya: sekitar Rp2.650.000
Facebook: Universitá del Caffé dell 'Indonesia (UDC)
8/ Belajar Proses Keramik di Bengkel Keramik Puspa 5
Proses pembuatan perabotan dari keramik, menekuk-nekuk tanah liat yang telah dicetak, mencelup keramik ke dalam glasur, lalu menjemurnya.
Bengkel dibuka pukul sembilan pagi hingga satu siang, pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Sistem kelasnya unik. Tiap murid mendapatkan waktu belajar setotal 24 jam yang tanggal dan durasinya boleh dibagi-bagi sesuka hati.
Mereka mempelajari teknik pinch, yakni mencubit-cubit tanah liat untuk mencapai bentuk yang disuka, berpindah ke teknik slab, yakni mencetak tanah liat ke dalam bentuk datar, teknik putar (memakai meja putar) untuk produk silinder, hingga ke kombinasi teknik. Bengkel berfokus pada pembuatan alat makan berdesain alami. Ketertarikan Haryo memang bukan pada keramik patung karena ia menemukan kesulitan menangani bentuk-bentuk manusia atau hewan yang harus simetris.
Instagram: @Keramikpuspa5
9/ Belajar Membuat Cake dari 'Selebriti'
Di dunia demo masak yang maju, para seniman cake dan pastry terbang dari satu negara ke negara lainnya memenuhi jadwal mengajar. Beberapa selebritas ini, sebut saja Jacqueline Butler, Verusca Walker, hingga Handi Mulyana, mendapatkan murid yang juga rela terbang ke Jakarta.
Kelas Wendy Kromer bisa jadi contoh yang jadi rebutan. Ia mantan muse Christian Dior yang beralih profesi menjadi desainer cake dalam semua terbitan Martha Stewart Wedding.
Tempat kursus semacam ini diistilahkan cake house, khas memiliki host yang berperan menyambut murid dalam standar tertentu, misal ruang tamu eksklusif, kelas dengan fasilitas lengkap, makan siang, hingga kopi, teh, dan snack tanpa batas di dalam kelas. Kini Anda yang tertarik baking, seperti membuat pastry, lapis legit, dan lapis surabaya serta es krim, bisa menjumpainya dalam ‘kurikulum’ Sugar World.
Biaya: Rp2,5 juta
Instagram: @Sugarworldacademy
10/ Memulai Bisnis dari Hobi di Indoestri Makerspace
Sekolah yang tepat untuk mereka yang ingin serius menekuni hobinya dan menjadikannya sebagai peluang bisnis. Beragam workshop dibuka, dari mulai belajar teknik mewarnai tenun tie dye, membuat produk fashion dari bahan kulit, cetak sablon, menjahit, membuat tas, dan banyak lagi workshop unik lain yang bisa diikuti.
Biaya: Rp500 ribu - Rp1 juta.
Instagram: @Indoestri


