
Foto: NF
Ini dia salah satu destinasi yang sedang kondang di kalangan pelancong muda, pulau Pahawang. Terletak di Lampung Selatan, pulau Pahawang dapat dicapai dari pelabuhan Ketapang, tiga jam berkendara dari pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Destinasi ini mulai menggeliat sejak tahun 2011, dan satu – dua tahun belakangan ini semakin ramai, berkat media sosial. Baru-baru ini Femina diundang oleh Ciputra Mal Jakarta dan Tripvisto, travel marketplace, menghabiskan akhir pekan ke sana.
Sebagai tujuan wisata yang relatif baru, masyarakat Pahawang sudah cukup tanggap, terlihat dari mudahnya menemukan tempat penyewaan kapal untuk menjelajah serta perlengkapan snorkeling di pelabuhan Ketapang, gerbang menuju pulau Pahawang. Sudah ada beberapa penginapan sederhana di pulau Pahawang Besar, salah satunya Turi Indah Homestay yang belum sampai setahun berdiri. Menurut Suhendi, pemiliknya, karena jumlah penginapan di Pulau Pahawang terbatas, tiga villa yang ia miliki selalu penuh di akhir pekan. Tapi tak usah khawatir, kita juga bisa menginap di rumah penduduk. “Kebanyakan penduduk di sini berprofesi sebagai nelayan, tapi semenjak banyak wisatawan datang, mereka mendapat penghasilan tambahan dari menyewakan kamar dan perahu,”ujar Saiful Anwar, tour leader yang mengantar kami.
Snorkeling jadi kegiatan utama bagi wisatawan yang mengunjungi Pahawang. Hampir sepanjang tahun, kondisi perairan di sini cukup tenang. Beberapa spot yang menarik adalah Cukuh Bedil, Tanjung Putus, Gosong Bakri, Gosong Pancong, dan Taman Nemo. Di spot-spot ini masyarakat Pahawang sengaja meletakkan candi buatan, gapura, serta plang tulisan seperti Taman Laut Pawang, Pulau Pahawang Wisataku, Thank’s God I’m Here, untuk memuaskan selera wisatawan yang suka berfoto di bawah air. Tak hanya itu, sadar kondisi terumbu karang yang banyak mengalami kerusakan, masyarakat berusaha memelihara terumbu karang baru. Hasilnya sudah terlihat. Terumbu karang biru dan anemon-anemon kecil berwarna putih, biru, cokelat kehijauan, hingga ungu mulai hidup, menjadi rumah bagi ikan-ikan badut, si ikan kecil menggemaskan di film Finding Nemo.
Snorkeling yang relatif mudah jadi solusi bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan dalam laut tanpa perlu mengantongi sertifikat menyelam. Biasanya para pemandu menyarankan untuk tidak snorkeling terlalu dekat dengan pantai dan menghindari laut yang terlalu dangkal. Selain karena kita bisa tergores karang, atau membuat karang patah dan rusak, ada hewan-hewan baracun seperti bulu babi, bintang laut berduri, ikan batu, dan pari ini yang kerap bersembunyi di pasir dan di antara terumbu.
Lelah berenang, wisatawan bisa bersantai di pulau Kelagian Kecil dan Pulau Pahawang Kecil yang memiliki pantai berpasir putih yang lembut atau mencoba permainan banana boat. Usahakan mengunjungi Pulau Pahawang Kecil tidak terlalu siang, saat laut masih surut. Di satu sisi pulau yang sebenarnya termasuk kawasan pribadi ini, pantainya terhubung langsung dengan pulau Pahawang Besar. Kita bisa berjalan kaki di menyeberanginya. Ini salah satu spot favorit untuk selfie dan wefie.



